Anggota Dewan dari PKS Serahkan Gaji dan Bantuan APD ke IDI Jombang

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menerima bantuan, salah satunya berupa alat perlindungan diri (APD) terhadap tenaga medis di Jombang.

Bantuan kali ini datang dari anggota DPRD Jombang dari PKS yang menyerahkan sebagian gajinya dan APD. Bantuan secara simbolis diberikan oleh anggota Komisi D dari PKS, Mustofa kepada Ketua IDI Jombang, dr Achmad Iskandar Dzulqornain.

Anggota DPRD Jombang dari PKS, Mustofa mengatakan, bahwa ini rangkaian kegiatan yang ada di PKS memberikan kontribusi positif terus bersatu bersama warga dan seluruh elemen kesehatan serta masyarakat untuk bagaimana supaya wabah Covid-19 sirna di Jombang dan seluruh Indonesia.

"Sehingga kita bisa beraktivitas kembali, berekonomi kembali dan bisa menyambut bulan ramadan dengan baik dan seperti biasanya," katanya, kepada jurnalis di Kantor IDI, Jalan Mastrip, Jombang, Minggu
(05/4/2020).

Mustofa menjelaskan, gaji anggota dewan juga dipotong sekitar kurang lebih Rp 5 juta. Di PKS ada tiga anggota dewan, sehingga total Rp 15 juta tiap bulan, selama wabah ini ada.

"Selama wabah ini berjangkit ya kita potong terus. Bahkan kabar dari teman-teman lebih dari itu. Selain itu teman-teman di DPR Fraksi PKS itu menganggarkan sembako juga buat mereka sedikit-sedikit," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Tanggap Bencana (Genta) COVID-19, Achmad Dimyati menerangkan, selain bantuan, langkah yang dilakukan PKS yaitu pendidikan masyarakat cuci tangan, sosialisasi.

"Kita beri sabun, hand sanitizer, juga penyemprotan cairan disinfektan. Dan saat ini masih berjalan di Kecamatan Mojowarno. Kita juga membikin lumbung pangan di desa-desa," terangnya.

Selanjutnya, Ketua IDI Jombang, dr Achmad Iskandar Dzulqornain mengungkapkan, Bahwa pihaknya sangat mengapresiasi bantuan dari teman-teman PKS. IDI sebelumnya mengedarkan dua macam edaran terkait donasi kepada anggota dan masyarakat.

"Kepada masyarakat ini bantuan yang kami harapkan adalah bantuan dalam bentuk APD. Karena sampai pada detik ini, keluhan dari teman-teman di unit layanan baik di rumah sakit, puskesmas, klinik dan dokter praktik pribadi, semuanya adalah langkanya APD," ungkapnya.

Iskandar menegaskan, bahwa ini bukan perkara duit ada atau tidak, tapi barangnya memang tidak ada. Beberapa donatur juga bertanya terkait APD yang sulit diperoleh.

"Terkait bantuan ini sekali lagi kita mengapresiasi, kami akan salurkan ke teman-teman di unit-unit layanan yang berada di layanan. Bukan hanya di rumah sakit, tapi justru yang ketemu pasien pertama di puskesmas, klinik atau dokter praktik pribadi," pungkasnya. (suf/dsy)