•   Jumat, 10 April 2020
Peristiwa Politik

Anak Jokowi Maju Pilkada, Anak Risma Meniru?

( words)
Fuad Bernadi


Hingga kini, publik masih bertanya-tanya siapa sosok suksesor pengganti Walikota Surabaya Tri Rismaharini? Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi sering disebut-sebut sebagai calon kuat. Namun pejabat muda ini diketahui tak mendaftar sebagai calon walikota (cawali) maupun calon wakil walikota (Cawawali) di DPC PDIP Kota Surabaya maupun DPD PDIP Jatim. Di sisi lain, putra sulung Risma, Fuad Bernadi, sering kepergok menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak. Akankah Fuad didorong maju Pilwali Surabaya 2020, meniru anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang maju di Pilwali Solo?

Senin, 16 September 2019, rombongan Karang Taruna yang dipimpin langsung Fuad Benardi menemui Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Banyak yang menduga pertemuan itu salah satunya membicarakan Pilwali Surabaya 2020. Whisnu sendiri sudah mendaftar sebagai cawali pada Pilwali Surabaya 2020 di DPC PDIP Kota Surabaya.

Sebelum ini, Fuad Bernardi juga diketahui bertandang menemui Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Ketua Golkar Jatim asal Jombang, KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans), pada Jumat, 2 Agustus 2019. Gus Hans disebut-sebut bakal maju Pilwali Surabaya 2020.

Fuad juga sempat menemui pengacara M Sholeh yang berencana mencalonkan wali kota Surabaya dari jalur independen. Dilanjutkan dengan pertemuan dengan pebisnis kaus dan dikenal sebagai mantan jurnalis dan penggiat sejarah, Kuncarsono Prasetyo.

Pengamat politik asal Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdussalam menilai, semua serba mungkin dalam politik. Termasuk majunya putra Risma dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020. Menurutnya, tidak ada yang permanen dan bisa berubah-ubah pola dan aliansinya tergantung kepentingan.

Majunya para kerabat dan keluarga dalam kontestasi politik, sambung Surokhim, sesungguhnya membuat situasi politik kian mengkhawatirkan, kalau tidak boleh disebut menyedihkan. Pasalnya, hal tersebut akan melanggengkan politik dinasti dan memperkuat politik patron klien.

"Orang bisa berdalih tidak ada yang dilanggar, semua sudah sesuai prosedur dan lain-lain. Tetapi sesungguhnya ada ruang-ruang yang mendorong sikap-sikap nonmerit sistem dan tidak profesional karena faktor relasi kedekatan keluarga tadi," cetus Surokhim kepadaSurabaya Pagi, Minggu (6/10/2019).

"Jadi menurut saya, politik dinasti di Surabaya akan sulit karena pemilih kritisnya signifikan dan akan sulit mendapat simpati. Peluang Mas Fuad dalam Pilwali Surabaya tetap terbuka di level cawawali, itu pun menurut saya juga menghadapi jalan terjal dan tidak akan mudah," tambahnya.

Peluang Fuad
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (Fisib) Universitas Trunojoyo Madura ini menilai, langkah Fuad Bernardi cukup berat dan butuh energi ekstra dalam mendaki jalan terjal Pilwali. Apalagi, lanjut Surokhim, catatan rekam portofolio publik juga masih minimalis untuk Kota Surabaya. "Menurut saya peluang lebih besar Mas Eri (Eri Cahyadi) untuk running Pilwali Surabaya," ungkap Surokim.

Oleh sebab itu, kalau Fuad Bernardi serius maju, maka dia harus memperkuat portofolio publik supaya lebih moncer terlebih dulu. "Dan momentum pilwali kali ini, dia harus berhitung cermat dan hati-hati karena persaingan Pilwali Surabaya sungguh tidak mudah dan berat," tutur Surokhim.


Image

Anak Jokowi
Sementara itu, anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan akan fokus terjun ke dunia politik dalam waktu dekat, termasuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Solo 2020, Jawa Tengah. Dia menyatakan bisnis kuliner yang digeluti selama ini akan diserahkan kepada sang adik, Kaesang Pangarep.

Gibran menilai Kaesang sudah mampu mengurus bisnis kuliner lantaran telah menamatkan kuliahnya diSingapore Institute of Management University. "Ya, kalau yang namanya bisnis kan bisa dijalankan orang lain. Sekarang kan Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang, minggu depan dia lulus. Sebagian besar akan di-manage oleh Kaesang," kata Gibran di Jakarta Culinary Feastival, Minggu (6/10) kemarin.

Gibran memiliki sejumlah bisnis kuliner yang sudah dirintisnya sejak beberapa tahun lalu, seperti katering Chilli Pari dan Martabak Markobar. Yang terbaru, Gibran juga memiliki bisnis minuman tradisional yang dikemas secara modern, Goola, dan restoran Mangkok Ku.

Setelah menyerahkan bisnis ke Kaesang, Gibran menyatakan akan fokus ke dunia politik. "Iya, seharusnya begitu," ujar Gibran menjawab pertanyaan media yang menanyakan apakah akan fokus di dunia kuliner.

Meski menyatakan akan fokus ke dunia politik, Gibran enggan menjelaskan detail rencana pencalonannya untuk menjadi Wali Kota Solo. "Iya, entar saja, belum waktunya. Pilkada kan masih lama," ucap Gibran. n

Berita Populer