•   Senin, 16 Desember 2019
Otonomi Daerah

AMM Lamongan Demo Polres, Desak Penembak Aktifis IMM Diusut

( words)


SURABAYA PAGI, Lamongan - Angkatan Muda Muhammadiyah Lamongan, Senin (30/9/2019) turun jalan melakukan aksi damai di Mapolres Lamongan, mendesak dan menuntut pengusutan terhadap pelaku penembakan aktivisi IMM diusut tuntas.

Ratusan Massa yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hisbul Wathon, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, bergerak dari kantor PD Muhammadiyah di Jalan Lamongrejo menuju Mapolres yang ada di Jalan Kombespol M Duriat.

Bahkan saat long march massa ditemani Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono berjalan kaki dari PD Muhammadiyah hingga Polres Lamongan.

Di tengah perjalanan menuju Mapolres sambil membentangkan berbagai tulisan, massa terus menyuarakan aspirasinya serta meneriakkan yel-yel serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Saat massa sampai di Mapolres, massa dipersilahkan masuk ke pelantara Mapolres. "Kami mengutuk keras tindakan oknum kepolisian yang telah melakukan tindakan represif pada aksi mahasiswa kemarin," teriak korlap aksi, Zainal Abidin.

Selain mengutuk tindakan kepolisian yang represif, Zainal juga mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas siapa oknum kepolisian yang teleh menembak rekan mereka, Imawan Randi, selaku anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Massa, mendesak Kapolri untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya angkatan muda Muhammadiyah. "Kami mendesak Kapolri untuk meminta maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita, Imawan Randy. Kita menuntut keadilan dari kepolisian di dalam penegakan kasus tersebut," tandasnya.

Di Mapolres Lamongan, massa AMM Lamongan ini diterima oleh Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono di halaman polres.

Tuntas menyampaikan tuntutannya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Lamongan, Zaki kemudian menyerahkan kartu kuning sebagai tanda peringatan untuk kepolisian."Saya sudah menerima kartu kuning dari teman-teman. Kami dari Polres Lamongan sudah berkomitmen dari awal untuk memgawal dan memfasilitasi bagaimana aksi itu bisa berjalan dengan aman dan tertib," kata Kapolres di hadapan massa pengunjukrasa.

Kapolres juga menjelaskan kalau Mabes Polri atas perintah Kapolri telah membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus dugaan penembakan yang menyebabkan 2 mahasiswa meninggal dunia. Tim independen ini, terang Kapolres, dipimpin oleh dua jenderal yang anggotanya tidak hanya Polri tetapi ada juga dari Kompolnas, Komnas HAM dan lain-lainnya termasuk dari PP Muhammadiyah pun terlibat."Mari kita percayakan kepada tim investigasi. Kami juga ingin tahu siapa pelakunya," tandasnya.

Karena, kata Feby, pihaknya sebagai Polri sudah berbuat semaksimal mungkin sesuai instruksi pimpinan, bagaimana mengawal demokrasi ini dengan baik, dengan persuasif, tapi nyatanya di tempat lain ada yang seperti itu. "Kami juga turut belasungkawa dan berdukacita yang mendalam atas meninggalnya mahasiswa yang diduga kena tembak," ungkapnya.

Feby juga mengapresiasi aksi ini, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sesama anak bangsa.
Orang nomor satu di Polres ini juga mengajak peserta aksi untuk tetap menjaga Lamongan agar tetap aman dan kondusif.

Kapolres kemudian menandatangani pernyataan sikap yang berisi tuntutan peserta aksi. Aksi tanda tangan Kapolres ini kemudian diikuti perwakilan pengunjukrasa AMM.

Pengunjukrasa kemudian membubarkan diri dengan tertib dengan kawalan ketat petugas kepolisian. Massa juga tidak meninggalkan sampah apapun, karena massa sadar membuang sampah pada kotak karton yang dipanggul sejumlah peserta aksi.jir

Berita Populer