Ambil Formulir ke PDIP, Sholahuddin Sebut PDIP Ikut Besarkan Dirinya

SURABAYA PAGI, Lamongan - Sholahuddin Asisten Pribadi (Aspri) Wakil Presiden Terpilih KH. Ma’ruf Amin resmi mengambil formulir ke PDIP sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) periode 2020-2025, untuk mengikuti proses tahapan dari partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Kedatangan tokoh petani Jagung ini disambut lengkap jajaran pengurus PDIP, dari Ketua, Sekretaris dan jajaran wakil ketua di Kantornya Perum Kusuma Bangsa Lamongan, Senin (10/9/2019).

Sangking banyaknya pengantar ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) ini, tempat duduk yang disediakan oleh partai sampai tidak cukup. Bahkan sebagian pengantar harus rela berdiri bersama puluhan wartawan cetak, elektronik dan online yang meliput moment bersejarah ini.

Sholahudin dalam kesempatan itu mengungkapkan kalau dirinya selama ini hubungan dengan PDIP cukup bagus. Bahkan Sholahuddin dengan tegas mengungkapkan kalau dirinya jadi seperti saat ini yang membentuk karakter pertama kalinya adalah PDIP.

"Saya ini kader militan PKB, dan soal pertanian yang membentuk karakter saya sebagai santri dan bisa bergelut soal pertanian sampai saat ini ya PDIP," terangnya disambut tepuk tangan pengurus dan para pengantar yang datang.

Ia kata Kaji Sholah, panggilan akrab H. Sholahuddin pertama kali diutus oleh PDIP Lamongan, mengikuti pelatihan pertanian di Jakarta, dan dikasih ilmu banyak oleh Mindo Sianipar. "Saya diutus oleh PDIP untuk ikut pelatihan pertanian di Jakarta saat itu bersama teman dari Sambeng, sehingga saya ini hubungan dengan PDIP cukup dekat bahkan seperti keluarga," terangnya.

Kalau dirinya saat ini mengambil formulir dari PDIP, tentu ini sangat tepat, apalagi ini juga proses yang harus dirinya lalui. "Hubungan dan komunikasi selama ini sudah kayak keluarga, kalau sudah seperti ini masak rekomnya akan dikasihkan orang lain, kan tidak lah, saya tentu berharap dikasihkan ke saya," harap Sholahuddin saat di wawancarai awak media.

Sementara itu, dalam kesempatan dihadapan pengurus PDIP dan pendukungnya, Sholahuddin menyampaikan kalau ia maju untuk mencalonkan bupati ini karena diminta oleh para kiai masyayikh, agar kembali ke Lamongan mengabdi untuk masyarakat demi kemaslahkatan bersama.

Awalnya kata Kaji Sholah dua bulan sebelumnya ia ditanya siapa saja terkait mencalonkan apa tidak, dia menjawab tidak. Waktu terus bergulir dan dirinya ini adalah santri harus manut apa yang diminta kiai. "Kalau kiai merestui dan mendorong saya untuk maju bupati, bismillah saya tidak bisa menolaknya dan saya harus siap, sampai-sampai para kiai mengantarkan kami untuk mengambil formulir," ujarnya.

Disebutkan olehnya, kalau dirinya sudah menyatakan maju seperti ini harus yakin menang. "Kalau sudah maju harus menang, dan insya Alloh saya bertekad membawa nama Lamongan tidak hanya dikenal nasional tapi International untuk kemajuan dan kesejahteraan," ungkapnya.

Ketua DPC PDIP Sa’im mengungkapkan kalau pengambilan formulir ke partainya dari calon bupati ada tiga, dan salah satunya Sholahuddin. Saat didesak penyambutan kali ini terkesan luar biasa dan pengurusnya kompak.

Ia menjawab secara diplomatis. "PDIP kalau ditamui para santri kiai masyayikh itu adalah moment yang langka, sehingga pihaknya berusaha menyambut secara maksimal, bukan berarti sebelumnya tidak maksimal," katanya.jir