Alumni Sunan Drajat, Pilih Sekretaris PWI Nahkodai Pessandra Lamongan

SURABAYA PAGI, Lamongan - Muhajirin Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, didapuk oleh alumni Sunan Drajat menahkodai Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) Cabang Lamongan periode 2018-2021.Pria yang juga Jurnalis di Harian Surabaya Pagi ini, dipilih secara resmi dalam Konferensi 1 Pessandra Cabang Lamongan, di Pondok Pesantren Idhotun Nasyi’in Dusun Depek Desa Sugiwaras Kecamatan Kalitengah pada Sabtu (29/7) petang.Proses pemilihan ketua seperti disampaikan oleh Ririn pemimpin sidang berjalan lancar, meski sempat terjadi perdebatan soal tafsir pada beberapa pasal yang tertuang dalam tertib (tatib) pemilihan. Namun kedewasan berorganisasi dan menyandang status sebagai santri alumni, akhirnya semuanya berakhir happy ending dan semua proses dilalui sesuai tatib yang disetujui. Ketua dipilih secara voting dan semua alumni yang hadir diperkenankan untuk memilih bakal calon. Dalam proses pemilihan bakal calon ini, terdapat 11 alumni yang terjaring, dan dari 11 selanjutnya dipilih 5 orang dengan suara tertinggi ditetapkan sebagai calon ketua, dan kembali dipilih semua alumni yang hadir.Dari 5 calon tersebut, Muhajirin terpilih menjadi ketua karena menggunguli 4 calon lainnya Supriono, Ririn, Aziz dan Suarif yang dililih secara voting, dengan pengawasan dari pengurus Pessandra Pusat."Kita tetapkan Mas Muhajirin sebagai ketua Pessandra Lamongan,"kata Ririn yang memimpin pemilihan ketua.Setelah ditetapkan menjadi ketua Pessandra cabang Lamongan, pengurus Pessandra pusat meminta ketua terpilih untuk segera melengkapi kepengurusan agar mendapatkan SK dan dilakukan pelantikan."Selamat kepada Mas Muhajirin yang terpilih secara demokratis dalam pemilihan ketua Pessandra Lamongan, dan segera melengkapi kepengurusan untuk diajukan SK dan agar secepatnya bisa dilantik,"kata Sulanam ketua Pessandra Pusat.Sulanam dalam sambutanya menyampaikan kalau Pessandra adalah rumah besar, dengan puluhan ribu santri alumni yang tersebar di 27 Kecamatan di Lamongan. Namun lanjutnya, keberadan alumni selama ini masih belum bisa dirasakan secara masif oleh masyarakat Lamongan." Pessandra Lamongan diharapkan bisa menjadi percontohan dari daerah lain, untuk bisa meregulasi opini dan menggerakan stakeholder, agar memberikan manfaat kepada masyarakat,"pesanya.Ia lalu menginstilahkan kalau alumni kali ini seperti menyiapkan rumah yang cukup besar, kamar utama adalah Lamongan, baik buruknya Pessandra tergantung Lamongan menjadi ibu kota nya Pessandra di seluruh Indonesia, dan ring satu penyangga Lamongan adalah Gresik, Tuban dan Bojonegoro. "Semuanya harus all out menggerakan Pessandra, dengan tetap mengedepankan seduluran melandasi semuanya, tidak untuk mengarahkan salah satu calon atau partai tertentu, silahkan berkiprah di manapun,"pesanya.Kiai Syahrul Munir menyampaikan, kalau para alumni memilih Muhajirin sudah tepat, karena menurutnya Muhajirin memang layak pimpin Pessandra Lamongan."Mas Muhajirin ini orangnya yang saya tahu pendiam tapi pekerja, saya juga awalnya tidak menyangka ada alumni yang menjadi Jurnalis, semoga dipilihnya Mas Muhajirin Pessandra di Lamongan Berkibar,"terangnya.Muhajirin dalam sambutanya menyampaikan, kalau dirinya sudah dipilih nahkodai Pessandra oleh para alumni, ia mengajak seluruh alumni untuk ikut bersama-sama membesarkan Pessandra Lamongan, kritik dan saran membangun sangat diharapkan."Kalau para kiai bu nyai pak ustad pak guru para senior dan semua alumni memilih saya, maka saya minta semuanya ikut besarkan Pessandra agar memberikan manfaat kepada masyarakat,"harapnya.Usai semua proses pemilihan dan sambutan pihak terkait, acara ditutup dengan doa oleh KH Abd Fattah Pengasuh Pondok Pesantren Idhotun Nasyi’in Dusun Depek Desa Sugiwaras Kecamatan Kalitengah Lamongan.jir