•   Selasa, 31 Maret 2020
Peristiwa Nasional

Alasan Blue Sea Jet Tinggalkan Gresik

( words)
Kapal Blue Sea Jet.


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kapal baru Blue Sea Jet yang melayani rute Gresik – Bawean dan sebaliknya akan berhenti operasi. Rencananya, kapal tersebut mulai berhenti operasi pada 10 Januari 2020. Kondisi itu membuat Dinas Perhubungan (Dishub) harus memutar otak untuk menjamin pelayaran Bawean tidak terjadi kendala.

Kehadiran kapal tersebut dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi. Kapal yang beroperasi belum setahun itu terus dikeluhkan penumpang, mulai bobroknya manageman hingga adanya oknum nakal di kapal tersebut.

Kebobrokan kapal itu pertama kali terjadi pada awal-awal kapal Blue Sea Jet beroperasi sejak bulan Mei 2019. Di mana salah satu agen resmi kapal di Bawean itu bermain-main dengan penjualan tiket.

Antara lain, agen tidak transparan terhadap penjualan tiket kapal, sehingga membuat penumpang kesulitan. Kemudian, adanya penjualan tiket ganda, di mana ada beberapa penumpang mendapat tiket dengan tempat duduk yang sama dengan penumpang lainnya.

Dengan kebobrokan yang terjadi itu membuat bos Blue Sea Jet turun gunung, melakukan pengecekan langsung di agen resmi di Pulau Bawean. Bagaimana tidak, kapal yang baru saja beroperasi sudah dimanfaatkan oknum untuk memperkaya diri.

Kepala Dishub Kabupaten Gresik Nanang Setiawan membenarkan informasi tersebut. “Kami sudah terima surat dari Blue Sea Jet,” ujarnya, kemarin. Sesuai surat tersebut, kapal bakal berhenti beroperasi pada 10 Januari. Padahal, kapal tersebut baru beroperasi di rute Gresik- Bawean pada Juni lalu. “Rencananya bakal hengkang 10 Januari. Itu sesuai surat yang diterima,” terang dia.

Meski begitu, di dalam surat tersebut pihak Blue Sea Jet mengaku bakal mendatangkan kapal lain untuk menggantikan Blue Sea Jet. Tetapi, pihaknya belum tahu apakah hal tersebut diperbolehkan atau tidak. “Izinnya yang keluar kemarin Blue Sea Jet. Apakah bisa diganti kapal lain. Ini yang kami belum tahu,” ungkapnya.

Terkait berhentinya Blue Sea Jet bakal berpengaruh pada pelayaran Gresik-Bawean. Sampai saat ini Kapal Natuna Ekspres belum juga beroperasi setelah mengalami kerusakan mesin. “Kalau pada 10 Januari nanti Blue Sea benar-benar hengkang, kami memaksimalkan kapal yang ada. Bahari akan diminta PP (pulang pergi,Red). Tergantung kemampuan mereka,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, pihaknya akan meminta bantuan kepada DLU Tanjung Perak. Namun, itu semua masih dalam proses pembahasan di Dishub Gresik. “Kami akan upayakan pelayaran aman dan tidak sampai terjadi penumpukan penumpang,” imbuh dia.

Menanggapi kondisi ini, Anggota DPRD Kabupaten Gresik dapil Bawean Musa mengaku kecewa dengan hengkangnya Blue Sea Jet. Pihaknya khawatir kondisi itu akan menggangu pelayaran di Gresik-Bawean. “Sekarang Natuna belum beroperasi, jika Blue Sea Jet hengkang diprediksi akan terjadi penumpukan penumpang,” terangnya.

Berita Populer