•   Rabu, 26 Februari 2020
Ekonomi China

Ajak Teman yang Lebih Pintar jadi Kawan Bisnis

( words)
Christian Kustedi


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Proses kesuksesan seseorang memiliki pola yang berbeda, begitu juga dengan Christian Kustedi. Sebagai CEO dan Co-Founder dusdusan.com, yang merupakan sebuah platform komunitas reseller yang memiliki lebih dari 40.000 reseller aktif se-Indonesia.

Lahir di jakarta sebagai etnis tionghoa dan menghabiskan masa sekolah di Tanggerang, Banten. Ayahnya sebagai pebisnis bengkel yang sedang dalam puncak kejayaan harus mengalami krisis pada tahun 1998 yang menbuat kejayaan sang ayah runtuh dan ekonomi keluarganya dalam keadaan krisis.

Meski sempat terpuruk karena krisis ekonomi yang menimpa keluarganya pria kelahiran 1 Januari 1986 itu masih terus menuntaskan sekolah dan melanjutkan hingga ke jenjang kuliah. Karena kecerdasannya Christian yang menjadi mahasiswa jurusan Desain Grafis di Universitas elita Harapan ini sudah mendapatkan tawaran Freelance bahkan sejak ia baru menginjak semester II.

Berkat banyak mendapat Freelance ia jadi memiliki banyak pengalaman di bidang yang ia sukai tersebut dan saat ia mulai memasuki semester VI, ia mulai membuka studio desain bernama Kamarupa yang menerima jasa grafis dan web design bersama dua partner-nya di perkuliahan.

“Kalau saya desainnya biasa saja, tapi dua orang teman saya itu desainnya keren–keren, makanya saya rangkul mereka untuk buka studio Kamarupa ini,” tuturnya sambil tersenyum.

Kerjasama yang dijalin bersama dua rekannya sudah berjalan selama 10 tahun, usaha ini berjalan lancar karena semuanya berperan sesuai dengan keahlian kami masing-masing.

“Sebagai partnership, tentunya kami memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai keahlian masing-masing pastinya. Saya tugasnya mencari klien karena memang saya hobi jualan, sedangkan kedua partner saya karena jago desain ya tugasnya mendesain sesuai keinginan klien,” tambahnya.

Berjalan hingga sekarang, akhirnya bertemu dengan dua orang klien yang kini menjadi partner-nya di dusdusan.com.

“Dari Kamarupa saya berkenalan dengan klien yang akhirnya menjadi partner bisnis. Jadi, selama 10 tahun bekerja, kami merancang proyek simple hingga brand development. Akhirnya kami duduk bareng dan sepakat berkolaborasi di dusdusan.com,” paparnya.

Dusdusan.com yang mulai ia bangun pada akhir tahun 2014 telah melewati masa yang panjang, mulai berganti model bisnis yang bermula sebagai online distribution untuk pabrik .

“Tapi sistem B to B ini hanya dijalankan dua bulan. Respons market kurang bagus, kami kemudian pivot menjadi B to C yang kemudian jalan selama kurang lebih enam bulan,” tuturnya. “Sistem kedua ini cukup baik, pertumbuhannya naik terus tetapi kami merasa terlalu berat karena menjual barang dengan harga murah. Terlalu tinggi biayanya,” tambahnya.

Berkat kerja keras tim yang mengembangkan dusdusan.com pun mulai resmi di terbitkan pada tahun 2017. dengan fokus penjualan sebagai penyalur barang dari produsen ke para reseller atau penjual eceran.

Saat ini, fokus Christian adalah terus mengembangkan usaha yang dibinanya. Tak hanya sebagai CEO dusdusan.com, pria yang murah senyum ini juga masih menjalankan studio Kamarupa miliknya. Berbagai usaha yang dilaluinya ini memang tidak mudah.

Tentu saja ada yang bertahan dan tidak, hingga akhirnya ia memutuskan untuk serius menekuni bisnis yang memang sesuai dengan hobinya yaitu desain dan berjualan. Bisnis dengan konsep berjualan melalui online yang menjadi pilihan Christian pada akhirnya yaitu dusdusan.com dengan menggandeng partner yang berbeda.

“Bisnis saya bisa sukses karena saya memiliki partner yang kemampuannya bersinergi satu sama lain, sehingga kekuatan kami berbeda tapi saling mendukung sehingga membuat bisnis kami kokoh hingga sekarang,” tandasnya.

Berita Populer