AISUMAKI Menjawab Permasalahan Gizi Bangsa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 06 Nov 2019 13:54 WIB

AISUMAKI Menjawab Permasalahan Gizi Bangsa

Surbaya, SURABAYAPAGI.com Meningkatnya permasalahan gizi anak di Indonesia sudah seharusnya membangkitkan kesadaran bersama untuk lebih memperhatikan asupan makanan dan pola hidup masyarakat. Sebagaimana standar WHO, suatu wilayah dianggap kronis jika prevalensinya di atas 20%, Sedangkan data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan angka permasalahan gizi di negara kita mencapai 30.8%. Laznas LMI (Lembaga Manajemen Infaq) melalui program AISUMAKI hadir untuk turut menuntaskan masalah tersebut. Selama tahun 2019, program ini telah dilaksanakan di 7 kota dan kabupaten di Indonesia. Tepat pada hari ini (2/11) puncak acara AISUMAKI digelar di halaman Balai Kota Surabaya. Tampak pula Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadir bersama jajarannya. Anak Indonesia Suka Makan Ikan atau disingkat dengan AISUMAKI ini digagas sebagai upaya dalam menguatkan ketahanan pangan Indonesia yang melimpah hasil lautnya. Program yang turut diresmikan oleh Menteri KKP yang saat itu dijabat oleh Susi Pujiastuti ini menjadi gerakan bersama, khususnya menyasar keluarga dengan ekonomi rendah serta anak yatim dan dhuafa. "Masalah gizi ini dimulai dari keluarga. Ibu-ibu sekarang suka yang praktis, ayam atau daging saja lauknya karena ga ada duri. Padahal, ikan ini manfaatnya banyak. Perlu dicari caranya gimana mengatasi masalah duri, bukan malah ikan jadi dihindari. Yuk, anak-anak semua, kalian minta dimasakkan ikan ya. Biar cerdas, sekolahnya berprestasi," seru Risma kepada seratus anak yatim dah dhuafa yang hadir. AISUMAKI bukan hanya mengajak anak makan ikan, tetapi juga melatih para mustahik untuk menjadi pengusaha kuliner masakan berbahan dasar ikan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan bantuan modal agar dapat menjadi berdaya dan mandiri. "Kami memberikan pelatihan untuk 10 mustahik selama 2 hari, langsung dilatih oleh chef profesional. Out put-nya, para peserta dapat memasak ikan dengan lezat dan menghidangkannya di meja makan keluarga. Keterampilan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai modal berjualan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga juga," papar Direktur Pelaksana Laznas LMI Citra Widuri. Issue laut yang dikotori oleh sampah plastik juga menjadi concern Laznas LMI. Pada acara ini, seluruh peserta dan tamu undangan diajak untuk turut dalam gerakan zero waste. Snack untuk anak-anak yang berupa buah-buahan dan ubi-ubian dibungkus menggunakan tas berbahan kertas. Mereka juga menerima botol minum yang ramah lingkungan. Kami ingin melatih dan membiasakan anak binaan LMI untuk turut mengurangi sampah dan menyantap makanan yang bergizi. Apalagi, laut yang menghasilkan ikan-ikan terbaik mulai tercemar sampah. Kita tidak ingin anak-anak ikut mengonsumsi mikroplastik yang terkandung dalam tubuh binatang laut ataupun kandungan non organic lain yang mencemari tanah. sambung Citra Widuri. Pelatihan AISUMAKI dimulai pada Jumat (1/11) dan Sabtu (2/11) di kantor pusat Laznas LMI yang berada di jalan Barata Jaya XXII no. 20. Sedangkan hari ini peserta AISUMAKI bertugas memasak untuk seluruh tamu undangan yang berjumlah hingga 250 orang. Menu yang terhidang di antaranya ikan bakar, kare patin, dan kakap asam manis.

Editor : Redaksi

Tag :

BERITA TERBARU