Ahli Vaksin Tegaskan ’Hoax’ Bawang Putih Bisa Sembuhkan Corona

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Maraknya berita-berita tentang coorna membuat sejumlah orang beransumsi untuk menemukan obat dan pencegahan dari corona secara tradisional karena dinilai lebih aman dan alami untuk dikonsumsi. Akan tetapi bagaimana kalau apa yang kita dengan belum tentu benar?. Beredar sebuah informasi di media sosial berupa tata cara pengolahan bawang putih yang diklaim dapat menyembuhkan korban yang terinfeksi virus corona.

Faktanya menurut Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, SpPD mengatakan klaim bawang putih dapat menyembuhkan virus corona bisa dipastikan tidak benar alias hoaks. Menurutnya hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang teruji bisa menghalau virus. Ditegaskan juga oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu bahwa belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona strain baru ini.

Berikut salah satu contoh unggahan tersebut di Facebook:
"Ini bawang puti yg besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkok di tuang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu di minum langsung 2 gelas ,ternyata pasien yg kena Virus Corona sembuh di hari kedua/setelah malam minum air bawang putih ini!!!!!"

Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, berkomentar informasi bawang putih menyembuhkan virus corona bisa dipastikan tidak benar alias hoax. Menurutnya hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang teruji bisa menghalau virus.

Dilansir dari detikcom, "Hoax lah itu pasti. Nggak pernah ada penelitian tentang itu," kata dr Dirga, Senin (27/1/2020).

"Bahwa mungkin bawang putih punya manfaat kesehatan, iya. Tapi tidak ada satu pun penelitian yang membuktikan bahwa bawang putih bisa membunuh virus corona," lanjutnya.

Hal senada juga diutarakan oleh spesialis paru dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, dr Annisa Sutera Insani, SpP. Menurut dr Annisa memang sempat ada jurnal yang menyebut manfaat bawang putih untuk menghambat virus, namun masih perlu dibuktikan.

"Harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk hal itu," pungkas dr Annisa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu dalam konferensi persnya pada Rabu pekan lalu mengatakan, belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona strain baru ini.

Dilansir dari liputan6, "Novel coronavirus belum ada. Jadi yang diobati adalah gejalanya bukan langsung kepada penyebabnya," kata Wiendra di gedung Kemenkes, Jakarta.(dc/l6/kominfo/cr-03/dsy)