AGP-JIS Bantu 1.000 Paket Sanitasi, Anies pun Apresiasi Rumkitlap Artha Gra

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Sejak Artha Graha Peduli mendirikan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) di Kawasan Jalan Pasir Putih, Ancol, Jakarta. Beberapa warga Jakarta memanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan virus Corona (Covid-19).

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat meninjau Rumkitlap bentukan Artha Graha Peduli.

Dari pantauan di lapangan, Anies Baswedan, saat meninjau Rumkitlap Artha Graha Peduli (AGP), langsung diterima pendiri AGP, Tommy Winata. Dengan berjaket biru gelap, bertuliskan Sarana Jaya, Anies bermasker N95 ini, memasuki rumkitlap, mengikuti protokol pemeriksaan, yakni disemprot disinfektan lebih dahulu, sebelum memasuki area rumkitlap. Hal yang sama juga dilakukan pendiri AGP, Tommy Winata.

**foto**
Anies mengecek langsung rumkitlap di Ancol, terkait kesiapan kesiapan medis dan kelengkapan peralatan. Anies mengaku, sangat senang dengan bantuan Artha Graha Peduli, yang mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 ini. Hal ini juga membantu penyebaran pemeriksaan rapid test diluar RS rujukan pemerintah.

Bagi 1.000 Paket Sanitasi
Pada waktu yang bersamaan, AGP bersama Jakarta Intercultural School (JIS) juga membagikan 1.000 paket sanitasi rumah kepada masyarakat di Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2020).

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta bentuk nyata mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Program ini merupakan kerja sama JIS Peduli dengan Artha Graha Peduli Covid-19 Response Center yang baru dibentuk.

**foto**
Dalam paket tersebut, warga menerima sabun mandi, sabun cuci tangan, cairan pembersih lantai, hand sanitizer, tisu basah dan kering, masker, sarung tangan, ember serta buklet "Kit Utama Peduli Kesehatan Anda dalam Melawan Covid-19". Buklet menjelaskan protokol dan instruksi dasar untuk melindungi diri dan keluarga melawan Covid-19 serta menekan penyebarannya selama tinggal di rumah.

"Komunitas JIS dan Artha Graha Peduli hari ini melakukan aksi nyata untuk membantu masyarakat memahami sekaligus mengurangi penyebaran virus Covid-19. Masyarakat Indonesia yang saya kenal adalah orang-orang yang tangguh, dan dalam masa krisis ini masyarakat dari segala usia, latar belakang etnis dan agama bersatu untuk mendukung perjuangan. Dengan Covid-19 Response Center dan upaya terkoordinasi dari semua yang terlibat kami berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu menjaga masyarakat tetap sehat saat ini dan menatap kehidupan baru setelah situasi ini berlalu," papar Head of School JIS Dr. Tarek Razik, Ed.D.

**foto**
Prinsip Gotong Royong
Phil Rickard selaku Co-founder Artha Graha Peduli Covid-19 Response Center yang juga alumni JIS menambahkan, salah satu kunci dalam mengalahkan virus corona dapat ditemukan dalam prinsip kerja sama bangsa Indonesia yaitu gotong royong.

"Meskipun kita mungkin secara fisik terpisah, rasa kita untuk bekerja sama selalu kuat. Artha Graha Peduli dan Covid-19 Response Center membuat Covid-19 Home Sanitation Kit ini dan berkoordinasi dengan JIS Peduli untuk memperlambat penyebaran virus dengan produk yang tepat dan praktik terbaik yang diakui secara global. Sebagai bagian dari komunitas, kami akan mengalahkan virus ini. Demi kebaikan Indonesia dan dunia," jelasnya.

JIS Ajak Sekolah Lain Peduli
Pendiri Artha Graha Peduli (AGP) Tomy Winata yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa langkah JIS dengan melakukan jemput bola ke masyarakat sudah seharusnya mendapat dukungan. Menurutnya, misi tersebut harus dijalankan hingga tuntas.

Tomy mengatakan, JIS telah memberikan contoh kepada sekolah-sekolah lain tentang kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dia menilai semua pihak termasuk institusi pendidikan harus turut andil dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satunya dengan melakukan edukasi kesehatan dan bantuan alat-alat kebersihan.

"JIS bisa melakukan ini maka sekolah internasional lain pun seharusnya bisa. Harus bisa menunjukkan bahwa yang kita lakukan ini bukan hanya untuk kalangan tertentu atau elite tapi juga untuk semua lapisan masyarakat. Terutama masyarakat yang membutuhkan," ujar Tomy.

Selain Phil, para alumni JIS yang juga terlibat dalam program ini adalah Dan Rickard (angkatan 1988), Kurt Kaler (1989), Danau Tanu (1994), Yanti Ardie (1994), Derice Sumantri (1997), Richard Olsen (2002), Bianca Vega (2010), dan Kiran Sarensa (2012). Keterlibatan mereka sebagai bentuk dukungan upaya global kepada Indonesia dan lingkungan sekolah pada saat ini.

Warga penerima paket bantuan adalah yang tinggal di sekitar Jalan Batong, Daha, Salak Putih, Anggrek di Kawasan Jakarta Selatan. Selain itu, para karyawan dari Sodexo Indonesia, PT Sinar Jernih Sarana, Blue Bird Group dan Wiragarda yang merupakan bagian dari komunitas JIS juga menerima paket sanitasi. Mereka adalah bagian penting dari gerak dan semangat JIS dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Secara simbolis, penyerahan 1.000 paket sanitasi kesehatan dilakukan oleh Dr. Tarek Razik, Tomy Winata serta Phil Rickard kepada para perwakilan yaitu H. Hanapi selaku ketua RW.001 Kelurahan Cilandak Barat, Adam Raklis sebagai food service manager Sodexo Indonesia, Deddy Harmali selaku general manager PT Sinar Jernih Sarana, dan Ir. Sigit Priawan Djokosoetono yang merupakan direktur Bluebird Group.(jk/cr07/er/rmc)