•   Rabu, 22 Januari 2020
Hobi

Agar Tak Lupa Bahasa Mandarin, Rajin Karaoke

( words)
Rumah tempat aktivitas Yayasan Dharma Mulia


Yayasan Dharma Mulia

Di tengah banyaknya gedung-gedung Mall yang menjamur di Surabaya, ternyata masih ada peninggalan sejarah tersebar di kota ini. Salah satunya di Tambak Bayan.
Wartawan SurabayaPagi, Indra

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Tambak Bayan merupakan kampung lawas yang sebagian besar warganya adalah Tionghoa, khususnya mereka yang berusia lanjut. Banyak bangunan di sana bergaya China masa lampau. Salah satunya adalah Yayasan Dharma Mulia.

Saat Surabaya pagi mengunjungi yayasan tersebut hanya dijumpai seorang wali (penjaga) saja. Setelah ditanya lebih lanjut, biasanya para warga Tionghoa melakukan aktivitas seperti koraoke, kumpul-kumpul dan lainnya.

Nio Kuee Hing yang biasa dipanggil Mbohai selaku wali di yayasan tersebut mengatakan kalau hari rabu biasanya orang-orang Tionghoa latihan bernyanyi atau karaoke jam 4 sore. Jika hari Minggu banyak oran kumpul-kumpul disana.

"Kalau yang hari Rabu sore ada sekitar 15 sampai 20 orang ikut karaoke dan latihan nyanyi," katanya.

Tujuan dari kegiatan karaoke tersebut agar para orang Tionghoa yang sudah tua tidak lupa dengan lagu-lagu mandarin. "Jadi lebih pada kumpul-kumpul untuk melestarikan budaya saja. Supaya masih terasah bahasanya," ungkap pria yang sudah 10 tahun berjaga di yayasan tersebut.

Pria berusia 70 tahun ini, mengaku saat imlek akan ramai karena banyak kegiatan seperti pertunjukan barongsai dan beberapa aktivitas lainnya. Biasanya barongsai tersebut diarak berjalan keliling sekitar yayasan.

Terkait tempat tersebut, Nio mengatakan sejak dahulu Yayasan Dharma Mulia ini tak berubah bentuk meski usianya hampir 100 tahun. "Paling hanya renovasi kecil saja seperti cat ulang, lantainya ganti keramik, hingga pemasangan atap kanopi pada halaman depan," tandasnya.

Berita Populer