Agar Patuh, Pelanggar Lalin Sidoarjo Diberi Hipnoterapi

Para pelanggar lalin yang diberi hipnoterapi. SP/Sugeng

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo – Ada yang baru dari Operasi Zebra Semeru 2020 Polresta Sidoarjo digelar hari ini. Semua yang terjaring razia akan dilakukan penindakan sesuai dengan pelanggarannya. Namun selain penindakan, di Sidoarjo para pelanggar juga diberikan hipnoterapi.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar mengatakan Operasi Zebra Semeru 2020 di wilayah Sidoarjo secara serentak digelar mulai hari ini. Semua pelanggar akan diberikan penindakan sesuai dengan pelanggarannya.

"Selain itu juga diberikan hipnoterapi kepada para pelanggar yang terjaring razia," kata Kompol Eko Iskandar, Senin (26/10/2020).

Kompol Eko menambahkan karena saat ini di musim pandemi COVID-19, maka dalam razia ini yang dikedepankan adalah preemtif dan preventif. Artinya penindakan itu hanya 20 persen. Oleh karena itu untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan agar terpatri dan tertanam dari alam bawah sadar sampai dengan kehidupan sehari-hari maka diberi terapi hipnoterapi.

"Ada sekitar 60 pelanggar yang di hipnoterapi, dengan kegiatan ini semoga mereka segera sadar untuk mematuhi aturan berlalu lintas," tambah Eko.

Dr Ketut Abid Halimi, pakar hipnoterapi mengatakan tujuan hipnoterapi ini agar warga punya kesadaran bukan karena takut polisi. Namun punya kesadaran muncul dari dirinya sendiri.

"Untuk mendiagnosa diri mereka agar lebih taat bukan karena takut Polisi. Namun mereka akan sadar karena diri sendiri. Kegiatan ini baru pertama kali yang dilakukan oleh polisi," kata Ketut.

Salah satu warga, Ferry (41) mengatakan bahwa dirinya terjaring razia zebra karena tidak memiliki SIM. Setelah mengikuti hipnoterapi, dia baru sadar. Karena selama ini dia acuh tak acuh karena tak punya SIM. Dan selanjutnya dia akan mengurus SIM.

Baru sadar mas kalau selama ini saya tidak memiliki SIM. Secepatnya akan mengurusnya agar tidak terjaring razia," kata Ferry.

Hal sama disampaikan Intan (19) yang selama ini juga belum memiliki SIM. Intan beralasan sudah mengurus SIM tetapi selalu gagal ujian praktik.

"Setelah mengikuti hipnoterapi ini ingat ibu saya yang sedang sakit. Tapi akan segera mengulangi mengurus SIM, meski sering gagal," kata Intan. sg