Ada Teori Gerakan Pengacau Pemilu

Mahfud MD,
Pakar Hukum Tata Negara dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.
Di saat kubu Jokowi dan pendukung Prabowo Subianto terlibat saling serang menjelang Pilpres 17 April 2017, pakar hukum tata negara Mahfud MD mengungkap soal teori “Gerakan Pengacau Pemilu”. Menurutnya, teori yang berkembang di masyarakat itu soal upaya menggagalkan Pemilu. Tujuannya, mengganti orang-orang lama dengan orang-orang yang benar-benar baru di pemerintahan.
"Sekarang ada teori yang berkembang dari mulut ke mulut, belum ramai, mumpung pemilu, ini ada sebuah gerakan, belum besar, tapi inginnya pemilu ini kacau sehingga nanti gagal, lalu pemerintah tidak [kubu] ini, tidak [kubu] itu, kosong," ungkap Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan Purwokerto, Selasa (19/2/2019).
Menurut dia, kondisi pemilu yang kacau tersebut dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki negara dan jika pikiran tersebut benar, akan berbahaya karena namanya teori "aduk-aduk ikan di baki". Dalam hal ini, ikannya dikeluarkan semua, lalu diganti dengan yang bagus. "Itu tidak boleh. Kita punya proses demokrasi dan itu berbahaya," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Terkait dengan hal itu, Mahfud mengajak masyarakat untuk menjaga negara Indonesia dengan sebaik-baiknya karena telah dibangun dengan segala susah payah. Menurut dia, 60 tahun diperintah oleh pemerintah yang tidak adil itu jauh lebih baik daripada negara kacau sehari saja.
"Begitu negara kacau satu malam, besoknya tidak ada lagi negara. Itulah yang banyak dipakai sebagai rujukan untuk menjaga negara," papar tokoh asal Madura ini. n an