•   Kamis, 2 April 2020
Skandal Tokoh

Ada Aliran Dana ke Ari Sigit

( words)
FOTO: Ari Sigit usai diperiksa di Mapolda Jatim, Rabu (22/1/2020)


Polda Jatim tak Canggung Periksa Ari Sigit, Cucu Mantan Presiden ke-2 RI Soeharto Selama 6 Jam. Usai Pemeriksaan, Ari Sigit Ngaku jadi Member Investasi Bodong MeMiles. Sebut Dapat Reward Mobil, Bantah Terima Dana. Namun Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan Nyatakan ada Aliran Dana yang Diduga Masuk ke Rekening Ari Sigit


SURABAYA PAGI, Surabaya -Dugaan keterlibatan anggota Keluarga Cendana dalam kasus investasi bodong MeMiles PT Kam and Kam, mulai terkuak. Ini setelah penyidik Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Haryo Sigit (AHS), Rabu (22/1/2020). Cucu almarhum Soeharto, Presiden Kedua RI, ini diperiksa sekitar 6 jam dan dicecar 39 pertanyaan oleh penyidik. Hanya saja, ada yang misteri. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut Ari Sigit diduga menerima sejumlah aliran dana MeMiles yang masuk ke rekening pribadinya. Semula Kapolda mengatakan Ari Sigit bukan member MeMiles. Namun Ari Sigit mengaku menjadi anggota sejak November 2019. Mana yang benar?
------
Ari Sigit datang sekitar pukul 10.35 WIB melalui akses khusus Polda Jatim. Akses ini terbatas untuk Kapolda maupun pejabat utama. Cara Ari Sigit mendatangi Polda Jatim ini terlihat tak biasa, sebab saksi-saksi sebelumnya datang melalui pintu utama.

Cara ini rupanya sengaja dilakukan Ari Sigit untuk menghindari wartawan. Sebab, sedari pagi sejumlah media telah menunggu kedatangan cucu mantan Presiden Soeharto tersebut. Ari Sigit diperiksa sebagai saksi. Berdasarkan keterangan saksi sebelumnya dan bukti digital forensik, ia diketahui terlibat dalam investasi bodong dari PT Kam and Kam ini.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Ari Sigit mengaku dicecar sebanyak 39 pertanyaan oleh penyidik tentang keterkaitanya dengan MeMiles. Ari mengakui dirinya member investasi bodong itu dan telah melakukantop up. Ari juga mengku telah menerima mobil. “Ya, saya member. Sementara ini baru mobil yang saya terima,” katanya.

"(Kalau mobil) sudah, sudah kami serahkan. Ada dua. (Punya) ada di keluargalah, pokoknya nanti akan kami serahkan," imbuhnya. Saat disinggung dirinya menerima apa saja dari MeMiles, Ari mengaku hanya mobil. "Sementara ini itu saja," ungkapnya.

Ini sedikit berbeda dengan keterangan Kapolda Irjen Pol. Luki Hermawan yang menyebut AHS bukan member. Namun AHS menerimareward berupa mobil mewah. "Inilah yang kami tangani (dan dalami), berapa aliran dana yang diterima dan sebagai apa (AHS). Namun, di dalam (MeMiles) ini tidak ada sebagai member, tidak top up, tapi ada aliran dana masuk," sebut Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Rabu (22/1/2020).

Berbeda dengan AHS, istrinya, FFC (Frederica Francisca Callebaut) tercatat menjadi anggota MeMiles. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya di lingkungan keluarga Cendana, IAR (Ilsye Aneke Ratnawati), juga bergabung sebagai member MeMiles. "Kalau istrinya (FFC) memang top up dan member," tandas mantan Wakil Kepala Baharkam Polri itu.

Kabid Humas Meluruskan
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Trunoyudho Wisnu Andhiko lantar meluruskan. Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan dan penelusuran digital forensik, ternyata AHS menjadi member MeMiles sejak Nopember 2019. "Dia sudah member dantop up," terangnya di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim.

Trunoyudo mengatakan, ada 39 pertanyaan yang diajukan penyidik ke Ari Sigit. Dari hasil pemeriksaan selama enam jam, Ari Sigit bersikap kooperatif. “Saksi Ari Sigit ini adalah member dari MeMiles. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan atas aliran dana yang masuk ke rekening pribadi Ari Sigit adalah reward dari MeMiles,” ucapnya.

Terkait berapa jumlah aliran dana dari MeMiles ke rekening Ari Sigit, Trunoyudo mengaku belum bisa membeberkan jumlah pastinya, karena masih dalam proses penyelidikan. Penyidik, kata dia, baru menerima dua mobil dari Ari Sigit yang diduga reward dari MeMiles. “Sementara datanya masih di penyidik. Ada aliran dana memang yang masuk ke rekening Ari Sigit. Tapi, apakah itu reward atau bukan masih didalami. Yang jelas, Ari Sigit jadi member sejak dua bulan lalu,” katanya.

Sedang dua unit mobil mewah itu sudah disita Polda Jatim, Rabu (22/1/2020). Yakni, Toyota Alphard warna hitam B 2787 PJK dan B 2989 PJK ini tiba di Mapolda sekitar pukul 14.15 WIB.

Dia menambahkan, penyidik Polda Jatim juga akan memanggil keluarga Ari Sigit yakni, istri dan mertua pekan depan. “Istri Ari Sigit tidak hadir pada hari ini (kemarin) diakui karena tengah sakit. Kita Jadwalkan pekan depan,” tandas Truno.



Image


Pemeriksaan Tata Janeeta
Selain Ari Sigit, penyidik Polda Jatim juga memeriksa penyanyi Tata Janeeta, Rabu (22/1/2020). Ia hampir empat jam diperiksa. Mantan anggota grup vokal Dewi Dewi dan Mahadewi yang kini bersolo karir itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus investasi MeMiles.

Sesaat sebelum meninggalkan Mapolda Jatim, Tata mengatakan, dirinya datang ke Polda Jatim mengaku dirinya hanya diundang untuk menyanyi dalam sebuah acara yang digelar MeMiles. "Saya tidak menjadi member. Saya hanya menyanyi untuk mengisi acara (MeMiles)," ucap perempuan cantik berusia 37 tahun ini.

Tata menjelaskan, dia dikontrak PT Kam and Kam baru satu kali dan itupun dibatalkan oleh pihak penyelenggara. Rencananya dia akan mengisi acara MeMiles pada tanggal 19 Desember. Namun penyelenggara membatalkan secara sepihak.

Berdasarkan kontrak kerja atau ada pasal yang berbunyi akan mendapatkan fee sebagai penyanyi 50 persen pada saat tanda tangan kontrak dan 50 persen seminggu sebelum acara di mulai. "Jadi sebelum acara di mulai, saya sudah mendapatkan uangnya. Tapi di hari H merekacancel," ujarnya.

Pengakuan Adjie Notonegoro
Perancang busana Adjie Notonegoro mengaku baru tiga bulan bergabung dengan MeMiles dan sudah melakukan top up sebesar Rp150 juta. Meski begitu, dia belum pernah mendapatreward apapun dari PT Kam and Kam. "Saya member tetapi tidak aktif. Tidak pernah ikut kegiatan. Saya tidak tahu juga investasi ini," kata Adjie di sela pemeriksaan di Ditreksimsus Polda Jatim, Rabu (22/1/2020).

Atas dasar itu, Adjie mengklaim ikut menjadi korban dari investasi bodong tersebut. Seperti halnya member lain, dia berharap uang Rp150 juta yang disetorkan bisa dikembalikan. "Akan tunggu di persidangan, kalau tidak dikembalikan ya terpaksa diihlaskan. Kalau dikembalikan ya saya terima," cetus dia.

Adjie mengatakan, dirinya mengetahui investasi MeMiles dari seorang teman. Bahkan, teman itu pula yang mengajak untuk bergabung. Sayang, Adji tidak menyebutkan teman yang dimaksud.

Sebelumnya, Polda Jatim telah memeriksa tiga artis yakni Eka Deli, Marcello Tahitoe atau Ello, hingga Pinkan Mambo. Polisi juga telah menetapkan lima orang tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Mereka adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT. Lalu yang SW merupakan tersangka kelima.

Melalui aplikasi Memiles, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member. Dalam jangka waktu delapan bulan, bisnis ini sudah mampu membukukan omset Rp750 miliar. Padahal Memiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari pengungkapan kasus ini, Polda Jatim menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp128 miliar, belasan unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya.n nt/jem/an

Berita Populer