Korban Pemotongan Alat Kelamin Cacat Seumur Hidup

 

Jakarta ( Surabaya Pagi.com ) - Abdul Muhyi (21) merupakan korban pemotongan kelamin yang dilakukan oleh seorang waria. Dengan keadaannya yang demikian, kesehatan dan kehidupan seksualnya pun ikut terancam.
Ibunda Abdul, Arah (46), mengatakan, Abdul sudah menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan di lukanya dinihari tadi. Kini, luka di kelaminnya masih dibungkus perban.
Arah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan nasib masa depan anaknya. Dia sedih karena Abdul kini harus kencing dibantu selang.
Itu kan saluran kencingnya masih ada, itu langsung dipasangi selang," terangnya.
Ketika ditanya tentang kehidupan seksualnya, Abdul mengatakan tidak bisa berfungsi seperti dulu lagi. "Sekarang nggak bisa lagi (ereksi)," sambungnya.

Abdul adalah putera paling bungsu dari lima bersaudara. Sehari-hari, Abdul tak memiliki pekerjaan tetap. Kadang dia menarik angkot, kadang juga ikut bekerja di proyek perumahan.
Kini, Arah hanya berharap anaknya bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. Pelaku pemotongan kelamin terhadap Abdul pun semoga bisa cepat tertangkap.
"Dia udah bikin anak saya cacat seumur hidup," tuturnya sambil menangis.(yn) Next »


Jakarta ( Surabaya Pagi.com ) - Abdul Muhyi (21) merupakan korban pemotongan kelamin yang dilakukan oleh seorang waria. Dengan keadaannya yang demikian, kesehatan dan kehidupan seksualnya pun ikut terancam.
Ibunda Abdul, Arah (46), mengatakan, Abdul sudah menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan di lukanya dinihari tadi. Kini, luka di kelaminnya masih dibungkus perban.
Arah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan nasib masa depan anaknya. Dia sedih karena Abdul kini harus kencing dibantu selang.
Itu kan saluran kencingnya masih ada, itu langsung dipasangi selang," terangnya.
Ketika ditanya tentang kehidupan seksualnya, Abdul mengatakan tidak bisa berfungsi seperti dulu lagi. "Sekarang nggak bisa lagi (ereksi)," sambungnya.

Abdul adalah putera paling bungsu dari lima bersaudara. Sehari-hari, Abdul tak memiliki pekerjaan tetap. Kadang dia menarik angkot, kadang juga ikut bekerja di proyek perumahan.
Kini, Arah hanya berharap anaknya bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. Pelaku pemotongan kelamin terhadap Abdul pun semoga bisa cepat tertangkap.
"Dia udah bikin anak saya cacat seumur hidup," tuturnya sambil menangis.(yn) Next »








Komentar Anda



Submit