7 Poin Kontrak Politik Sandiaga Uno dengan Petani Tebu Lumajang

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di hadapan ratusan para petani tebu di Lumajang, Ahad, 25 November 2018, menyatakan kondisi petani sekarang harus diperbaiki.
"Pemerintah seharusnya hadir dan melindungi para petani, bukan membuka keran impor yang merugikan petani," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu, 25 November 2018.
Sandiaga diminta menandatangani kontrak politik dengan petani tebu itu setelah membaca kontrak tersebut. "Setelah saya baca, saya akan langsung tanda tangan. Di sini juga, di hari ini di hadapan para petani," ujarnya pula.
Ada tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi, yaitu stop impor gula seperti yang dilakukan rezim sekarang; siap memberantas mafia pangan utamanya sektor gula; subsidi pupuk, alat-alat pertanian; revitalisasi pabrik gula pelat merah; memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu; menghapus monopoli penjualan gula; serta memperbaiki tata niaga gula.
Sandiaga sudah tiga hari berada di Jawa Timur. Dia mendengarkan keluhan petani di antaranya soal rendahnya harga jual, pupuk mahal, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.
"Di Batu saya bertemu Pak Agus Sayur soal anjlok harga tomat, di Jambuwer Pak Kresna yang juga mengeluhkan turun harga kopi, dan kini para petani tebu di Lumajang. Insya Allah kami akan memperbaiki semuanya, termasuk kontrak politik kepada para petani tebu. Insya Allah kami wujudkan kembali swasembada pangan," kata Sandiaga.
Sebelumnya, salah satu petani Tebu M Ridwan mengaku panen tebu beberapa tahun ini berakhir tragis, biaya produksi tanam dengan harga jual sangat jauh rentangnya.
"Kami rugi besar. Kalau Pak Sandi bilang ingin memakmurkan petani saya salut. Tapi perjuangannya harus lebih ekstra pak. Melawan importir, mafia pangan, tata niaga, kalau Pak Sandi bisa dan bersedia menandatangani kontrak kami siap mendukung bapak," kata Ridwan kepada Sandiaga Uno.
Sebelumnya dalam visi misi yang disampaikan ke KPU, pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin memiliki visi yang dirumuskan dalam satu kalimat, yakni: Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong.
Dalam visi-misi tersebut, Jokowi-Ma’ruf Amin bakal meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi. Jumlah produksi akan ditingkatkan dengan cara memfasilitasi percepatan adopsi inovasi teknologi budi daya dan pascapanen, mengembangkan aspek agrobisnis yang dapat meningkatkan pendapatan petani. Serta mendorong agar terjadi konsolidasi kelompok tani menjadi besar sehingga memiliki daya saing yang kuat.
Pada Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.