Prosedur Pembubaran Yayasan

Rosalinda Elsina Latumahina, SH, MKn - Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Surabaya

 

Pertanyaan:

Saya bersama beberapa rekan pada tahun 2005 mendirikan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan anak cacat. Pendirian yayasan kami dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat yang ada (akta pendirian juga dengan akta notaris). Dikarenakan kesibukan pribadi para pengurus dan tidak adanya orang yang dapat meneruskan kelangsungan yayasan kami (beberapa pendiri juga hendak pindah ke luar negeri), kami berencana untuk membubarkan saja yayasan kami. Bagaimana prosedur yang harus kami lalui untuk membubarkan yayasan? Terima kasih atas jawabannya.

Shelly
Surabaya

Jawaban:
Next »


Ibu Shelly Yth, pembubaran yayasan dapat dilakukan bila telah diputuskan oleh Rapat Pembina (biasanya terdiri atas para pendiri) yang memenuhi kuorum, yaitu dihadiri oleh paling sedikit ¾ jumlah Pembina dan disetujui oleh paling sedikit ¾ dari Pembina yang hadir.
Selanjutnya Pembina yayasan dapat menunjuk seorang likuidator untuk membereskan kekayaan yayasan. Pengurus dapat bertindak sebagai likuidator dalam hal tidak ditunjuk seorang likuidator khusus. Pada dasarnya tugas likuidator adalah memenuhi semua kewajiban keuangan yayasan (membayar hutang dll) Jika semua kewajiban telah dipenuhi dan masih ada asset tersisa, maka asset tersebut dapat dijual oleh likuidator dengan terlebih dulu mendapat kuasa dari Pembina.

Yayasan yang sedang dalam proses likuidasi wajib mencantumkan kata-kata “dalam likuidasi” di belakang nama yayasan (dalam kop surat dll)
Likuidator dalam waktu 5 hari sejak ditunjuk juga wajib mengumumkan tentang pembubaran yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar berbahasa Indonesia, dan nantinya hasil likuidasi juga wajib diumumkan dalam surat kabar.

Setelah proses likuidasi berakhir, likuidator wajib melaporkan hasilnya ke dewan Pembina yayasan, selanjutnya ia juga harus mengajukan pembubaran tersebut ke Departemen Hukum dan HAM.
Next »


Sisa hasil likuidasi yayasan menurut pasal 68 UU no.16 tahun 2001 harus diserahkan kepada yayasan lain ataupun badan hukum lain yang punya maksud dan tujuan yang sama dengan yayasan yang bubar, dan dapat pula diserahkan kepada Negara untuk digunakan sesuai maksud dan tujuan yayasan yang dibubarkan. Artinya tidak boleh dibagi-bagikan kepada para Pembina/pengurus yayasan.

Pertanyaan:

Saya bersama beberapa rekan pada tahun 2005 mendirikan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan anak cacat. Pendirian yayasan kami dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat yang ada (akta pendirian juga dengan akta notaris). Dikarenakan kesibukan pribadi para pengurus dan tidak adanya orang yang dapat meneruskan kelangsungan yayasan kami (beberapa pendiri juga hendak pindah ke luar negeri), kami berencana untuk membubarkan saja yayasan kami. Bagaimana prosedur yang harus kami lalui untuk membubarkan yayasan? Terima kasih atas jawabannya.

Shelly
Surabaya

Jawaban:
Next »


Ibu Shelly Yth, pembubaran yayasan dapat dilakukan bila telah diputuskan oleh Rapat Pembina (biasanya terdiri atas para pendiri) yang memenuhi kuorum, yaitu dihadiri oleh paling sedikit ¾ jumlah Pembina dan disetujui oleh paling sedikit ¾ dari Pembina yang hadir.
Selanjutnya Pembina yayasan dapat menunjuk seorang likuidator untuk membereskan kekayaan yayasan. Pengurus dapat bertindak sebagai likuidator dalam hal tidak ditunjuk seorang likuidator khusus. Pada dasarnya tugas likuidator adalah memenuhi semua kewajiban keuangan yayasan (membayar hutang dll) Jika semua kewajiban telah dipenuhi dan masih ada asset tersisa, maka asset tersebut dapat dijual oleh likuidator dengan terlebih dulu mendapat kuasa dari Pembina.

Yayasan yang sedang dalam proses likuidasi wajib mencantumkan kata-kata “dalam likuidasi” di belakang nama yayasan (dalam kop surat dll)
Likuidator dalam waktu 5 hari sejak ditunjuk juga wajib mengumumkan tentang pembubaran yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar berbahasa Indonesia, dan nantinya hasil likuidasi juga wajib diumumkan dalam surat kabar.

Setelah proses likuidasi berakhir, likuidator wajib melaporkan hasilnya ke dewan Pembina yayasan, selanjutnya ia juga harus mengajukan pembubaran tersebut ke Departemen Hukum dan HAM.
Next »


Sisa hasil likuidasi yayasan menurut pasal 68 UU no.16 tahun 2001 harus diserahkan kepada yayasan lain ataupun badan hukum lain yang punya maksud dan tujuan yang sama dengan yayasan yang bubar, dan dapat pula diserahkan kepada Negara untuk digunakan sesuai maksud dan tujuan yayasan yang dibubarkan. Artinya tidak boleh dibagi-bagikan kepada para Pembina/pengurus yayasan.









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait