Terdakwa TKD Janti, Bebas Demi Hukum

PT Tak Perpanjang Penahanan

 

SIDOARJO Gara-gara Pengadilan Tinggi tidak memperpanjang penahanan Kabag Organisasi Kabupaten Sidoarjo, Sentot Kunmardianto, terdakwa dugaan korupsi tanah kas desa (TKD) di Desa Janti, Waru sebesar 7.299 meter itu bebas demi hukum. Hal itu diungkapkan kuasa hukumnya, Teguh Isdaryono SH.

Teguh mengatakan, terdakwa telah menjalani putusan PN yang menyatakan harus masuk penjara. Namun, terhitung 30 hari masa penahanan dari PN tidak ada perpanjangan PT, maka terdakwa harus bebas dari hukum (BDH).

"Untuk memperpanjang penahanan terdakwa itu kewenangan PT, karena terdakwa sudah mengajukan banding, terangnya, Rabu (4/8).

Ia menambahkan, tidak ada alasan atau dasar bagi pihak lapas delta tempat untuk berlama-lama menahan terdakwa. "Terdakwa saat ini memang sudah bebas dan sedang menjani proses hukum di Pengadilan Tinggi, tambahnya.

Sementara itu pihak lapas juga senada dengan kuasa hukum terdakwa, karena tidak ada perpanjangan penahanan dari Pengadilan Tinggi sehingga terdakwa harus dibebaskan. Next »



Diketahui , terdakwa Sentot Kunmardianto dan kades Janti Moch Al-Irsyad sama-sama divonis majelis hakim PN Sidoarjo 14 Juni 2010 dengan hukuman penjara 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena terbukti melakukan korupsi dalam proses pelepasan tanah kas desa (TKD) seluas 7.299 meter per segi. Sedangkan Komat selaku makelar divonis 7 tahun penjara dan diwajibkan menggati kerugian negara sebesar Rp 2,5 milyar. ltf/gun

SIDOARJO Gara-gara Pengadilan Tinggi tidak memperpanjang penahanan Kabag Organisasi Kabupaten Sidoarjo, Sentot Kunmardianto, terdakwa dugaan korupsi tanah kas desa (TKD) di Desa Janti, Waru sebesar 7.299 meter itu bebas demi hukum. Hal itu diungkapkan kuasa hukumnya, Teguh Isdaryono SH.

Teguh mengatakan, terdakwa telah menjalani putusan PN yang menyatakan harus masuk penjara. Namun, terhitung 30 hari masa penahanan dari PN tidak ada perpanjangan PT, maka terdakwa harus bebas dari hukum (BDH).

"Untuk memperpanjang penahanan terdakwa itu kewenangan PT, karena terdakwa sudah mengajukan banding, terangnya, Rabu (4/8).

Ia menambahkan, tidak ada alasan atau dasar bagi pihak lapas delta tempat untuk berlama-lama menahan terdakwa. "Terdakwa saat ini memang sudah bebas dan sedang menjani proses hukum di Pengadilan Tinggi, tambahnya.

Sementara itu pihak lapas juga senada dengan kuasa hukum terdakwa, karena tidak ada perpanjangan penahanan dari Pengadilan Tinggi sehingga terdakwa harus dibebaskan. Next »



Diketahui , terdakwa Sentot Kunmardianto dan kades Janti Moch Al-Irsyad sama-sama divonis majelis hakim PN Sidoarjo 14 Juni 2010 dengan hukuman penjara 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena terbukti melakukan korupsi dalam proses pelepasan tanah kas desa (TKD) seluas 7.299 meter per segi. Sedangkan Komat selaku makelar divonis 7 tahun penjara dan diwajibkan menggati kerugian negara sebesar Rp 2,5 milyar. ltf/gun







Komentar Anda



Submit

Berita Terkait