200 Rumah di Kediri Tergenang Banjir, 7 KK Dievakuasi

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Banjir setinggi satu meter menggenangi empat dusun, yakni Dusun Ngablak, Bagol, Tanjung dan Jajar, Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) yang tinggal di perumahan Asbari, terpaksa dievakuasi ke perkampungan karena debet air terus meningkat.

Menurut salah satu warga Perumahan ASABRI, Fatkhurtozi, air datang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, setelah kawasan itu diguyur hujan ringan disertai air kencang semalaman. Debet air terus meningkat hingga ketinggian satu meter di jalan dan masuk ke rumah warga setinggi 30 centimeter.

"Tadi pagi jam 04.00 WIB penghuni perumahan sebanyak 7 KK dievakusi ke perkampungan karena takut air terus naik," kata Fatkhurrozi, Kamis (22/2/2018).

Data dari Desa Ngablak menyebutkan, sedikitnya 200 rumah yang terdampak banjir kiriman ini. Banjir terjadi akibat tanggul Sungai di Desa Maron, Banyakan jebol.

Pemerintah desa bersama camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri sedang berusaha menutup tanggul yang jebol menggunakan karung berisi pasir.

Sukiman, Kepala Desa Ngablak memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Banjir akibat tanggul sungai jebol yang menggenangi ratusan rumah di Desa Ngablak ini merupakan kali kedua setelah banjir serupa terjadi pada tahun 1960 silam. Namun kali ini merupakan banjir terparah. (bj/irs)