•   Kamis, 21 November 2019
WhiteCrime

Protes Keras Pengukuran Tanah, Warga Jenu Tolak Kehadiran BPN

( words)
Puluhan warga saat menolak kedatangan BPN.


SURABAYAPAGI, Tuban- Puluhan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban kembali melakukan protes menolak pengukuran tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban, Sabtu (22/06).
Rencana pendirian kilang minyak oleh PT. Pertamina (Persero) di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban memang hingga kini masih menimbulkan polemik. Utamanya dalam masyarakat yang masuk di wilayah desa ring satu.
Warga yang merasa dirugikan karena lahan pertanian mereka masuk dalam rencana area pendirian Kilang Minyak tersebut, terlihat membawa beberapa poster sebagai bentuk penyuaraan protes keras mereka.
Menurut penuturan Munasih, salah seorang tokoh penolak kilang minyak, protes kali ini merupakan satu bentuk penolakan warga atas tindakan BPN yang dinilai sewenang- wenang melakukan pengukuran tanah milik mereka, tanpa mengindahkan proses gugatan kasasi Penlok yang masih belum selesai di MA.
"Kami menolak pengukuran tanah yang dilakukan oleh BPN dikarenakan belum selesainya proses gugatan kasasi Penlok di MA. Seharusnya memang tidak bisa seperti itu, sebelum gugatan kasasi yang dilakukan PT. Pertamina diputuskan oleh Mahkamah Agung, tidak ada pihak yang dapat melakukan aktivitas pengukuran," tukasnya, Sabtu (22/06).
Warga menjadi semakin meradang ketika terlihat salah seorang perangkat desa turut serta dalam proses pengukuran tanah oleh BPN. Retapi ketika dilakukan konfirmasi oleh warga ke kediaman perangkat desa tersebut, ia menjelaskan jika dirinya hanya mengikuti surat tugas yang diberikan pimpinan. Di sisi lain ternyata keberadaanya bersama BPN hanya memberikan informasi terkait kepemilikan lahan siapa saja yang diukur dan bukan dengan alasan menyepakati atau membantu pengukuran.
Di samping melakukan penolakan terhadap pengukuran tanah, puluhan warga juga turut melurug kantor desa Sumbergeneng dikarenakan adanya salah satu warga penolak kilang yang dipanggil oleh pemerintah desa, tetapi ketika sampai di lokasi, warga yang melakukan protes tidak menemukan satupun perangkat desa yang terlihat di kantor desa tersebut.hsw

Berita Populer