•   Minggu, 21 Juli 2019
Peristiwa Nusantara

Polisi Bersama KNKT Lidik Tenggelamnya KM Arim Jaya

( words)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca kecelakaan laut, polisi akan melakukan penyelidikan terkait KM Arim Jaya yang tenggelam di perairan Madura antara Pulau Sapudi dan Giliyang.
Penyelidikan ini dilakukan lantaran adanya dugaan unsur kelalaian yang terjadi saat melakukan penyeberangan menggunakan kapal tersebut. Pasalnya, kapal yang ditumpangi Itu diketahui merupakan kapal untuk barang, bukan kapal penumpang.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa setiap kecelakaan yang terjadi pasti ada unsur kelalaian.
"Polisi akan menyelidiki apakah ada unsur kelalaian. Menurut kepolisian, kecelakaan kapal yang meninggal tidak mungkin tidak ada unsur lalai," ujarnya, Rabu (19/6/2019).
Menurut Barung, kapal yang digunakan untuk mengangkut orang seharusnya memiliki standardisasi untuk digunakan menyeberang di laut. Untuk itu pihaknya akan memeriksa bagaimana bentuk kapal tersebut.
"Minimal harus kapal yang dimodifikasi untuk penumpang. Polisi akan melihat itu kapal barang kah, atau kapal untuk penumpang atau yang lainnya," kata dia.
Untuk itu, kepolisian nantinya akan melakukan penyelidikan dengan meminta bantuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Apakah itu dikhususkan pelayaran saja? Polisi belum masuk ke arah penyelidikan. Karena untuk menyelidiki harus digandeng KNKT," jelasnya.
Sementara itu, Nahkoda bernama Arim yang mengemudikan KM Arim Jaya selamat dan sudah dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Kondisinya pun telah membaik.
"Sudah diamankan, sudah bisa diambil keterangan," imbuh Barung.
Namun dari keterangan saat diperiksa, Arim tak mengetahui pasti terkait data penumpang. Ia hanya mengaku jika hanya mengemudikan kapal hingga ke tujuan.
"Dalam keterangan itu nakhoda menyatakan bahwa bukan urusan dia kalau penumpang. Karena menjalankan kapal itu sendiri untuk menuju tujuan," lanjutnya.
Saksi-saksi dari Dinas Perhubungan dan Kesyahbandaran nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan terkait peristiwa ini. Namun kepolisian masih fokus terhadap pencarian korban yang masih belum ditemukan terlebih dahulu.
"Kita masih fokus pencarian, sudah kita periksa semua tinggal saja menetapkan. Tapi kan ini masih pencarian, penyelidikan masih berlangsung, pemeriksaan saksi saksi masih berlangsung termasuk nahkoda itu," ujarnya.
"Syahbandar, Dishub dimintai keterangan juga, walaupun di berita acara tapi masih pemeriksaan saksi," pungkasnya.nt

Berita Populer