•   Minggu, 21 Juli 2019
BUMD

Tantangan Dirut Bank Jatim yang Baru, Komisi C DPRD Jatim: Penataan Human Capital di Era Digital dan Tingkatkan LDR

( words)
Khofifah dan Dirut Bank Jatim yang Baru Hadi Santoso (sebelah kanan Khofifah berpeci). (foto: SP/Julian)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terpilihnya Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) yang baru pada RUPSLB yang digelar Rabu (19/6/2019) pagi tadi, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Hj Anik Maslachah mengingatkan ada banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan performa bank plat merah milik Pemprov Jatim itu.
Meskipun kinerja PT Bank Jatim, dari laporan rasio keuangan sebenarnya sudah cukup bagus. Namun, Anik menilai, masih ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dengan serius. Karena laporan keuangan Per Bulan Mei 2019 ini, kinerja Bank Jatim memang lebih bagus dari tahun 2018 lalu. Indikatornya, NPL (Non Performing Loan) alias kredit macet turun. Pada Awal tahun 2019 di NPL di angka 5% lebih, pada Mei ini turun di angka 3,7%.
“Tetapi, perlu dicatat, LDR (Loan Deposit Ratio) nya sampai bulan Mei ini cuma 62%. Artinya penyaluran kredit yang dikeluarkan dibawah rata-rata yang seharusnya 80%," jelas Anik, saat dihubungi Surabaya Pagi, Rabu (19/6/2019).

Image
Anik menyebut, jika NPL memang bagus, tapi LDR turun akan berdampak pada kinerja keseluruhan Bank Jatim. Artinya DPK (Dana Pihak Ketiga) di Bank Jatim yang jumlahnya cukup besar itu ternyata yang disalurkan dalam kredit hanya 62%. Padahal standarnya LDR minimal 80%.
“Kondisi ini membuat laba perusahaan menjadi tidak terlalu bagus. Artinya banyak uang mengendap di Bank Jatim yang tidak bisa diputar dan itu berpengaruh pada laba yang kurang signifikan,” terang politisi asal Sidoarjo ini.
Untuk itu, keadaan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang cukup penting bagi direktur utama yang baru. Dalam meningkatkan kinerja dan performa Bank Jatim sebagai perusahaan BUMD yang juga sudah go public.
“Maka direktur utama yang baru, tantangannya harus bisa memperbaiki kinerja rasio keuangan Bank Jatim serta penataan SDM atau human capital di era digital ini,” pesannya.
Sebelumnya, Bank Jatim akhirnya telah memiliki Direktur Utama setelah Dirut sebelumnya R. Soeroso, pensiun. Rabu pagi tadi, dalam RUPSLB, ditunjuk Hadi Santoso sebagai Direktur Utama Bank Jatim. Selain Hadi Santoso, juga ditetapkan Direksi lainnya diantaranya, adalah, untuk posisi Komisaris dari 5 orang bertambah menjadi 7 orang. Antara lain Ahmad Sukardi (Presiden Komisaris atau Komisaris Utama), Budi Setiawan, Heru Tjahjono (sekdaprov), Rudi Purnowo, Candra Fajri Ananda dan Prof Mas’ud Said (Komisaris Independen).
Sedangkan untuk susunan direksi, jumlahnya tetap 7 orang. Untuk posisi Direktur utama dijabat oleh Hadi Santoso (sebelumnya direktur Kepatuhan Bank Jatim), Direktur Komersial & Korporasi Busrul Iman (Pimpinan Wilayah Bank BRI Jawa Timur), Direktur Konsumer, Ritel & Usaha Syariah Elfaurid Aguswantoro (Pjs pimpinan Divisi Kepatuhan Bank Jatim), Direktur Teknologi Informasi & Operasi Tonny Prasetyo (Pemimpin Divisi Umum Bank Jatim), : Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Erdianto Sigit Cahyono (Kepala Audit Intern Wilayah Bank BRI Kantor Wilayah Jakarta 1), Direktur Resiko Bisnis Rizyana Mirda dan Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha. rko

Berita Populer