•   Rabu, 17 Juli 2019
Kriminal

Seorang Wartawan Mingguan, Ditemukan Tewas, Dibacok di Tanah Merah Surabaya

( words)
Identitas wartawan milik korban Soeprayitno


Laporan: Firman Rachman
SURABAYAPAGI.com,Surabaya- Warga Tanah Merah II Surabaya dibuat geger penemuan sosok mayat bersimbah darah di atas dipan didepan sebuah bangunan rumah kos yang masih kosong. Sosok mayat diketahui seorang wartawan Mingguan di Surabaya.
Sosok mayat itu terlentang dengan beberapa luka bacok ditubuhnya. Mayat malang itu diketahui bernama Suprayitno (60) warga Rusunawa gang V Surabaya. Mayat pria baya itu diketahui Jumat (10/5/2019) malam tadi sekitar pukul 19.30 WIB, oleh warga.
Menurut keterangan warga sekitar, Suprayitno baru saja turun dari ibadah tarawih. Ia sempat nongkrong di sebuah warkop Tanah Merah Gang I yang tak jauh dari lokasi ditemukan jenazahnya.
Dari informasi beberapa saksi mata yang ditemui Surabaya Pagi Jumat malam, ada tiga orang pria menggunakan dua motor mengejar korban. Salah satu diantaranya mengacungkan sebilah celurit, mengendarai motor Vario. Pria itu terlihat memiliki postur tubuh cukring dengan baju warna putih.
"Korban itu dikejar, kemudian ada yang bawa celurit, itu disabetkan beberapa kali. Korban sempat berteriak minta tolong, tapi warga ketakutan," kata Muhib salah seorang warga.
Lebih lanjut, Muhib mengatakan jika korban memang kerap terlihat nongkrong di warkop.

Image
Salah seorang warga lainnya, Beni mengatakan, korban sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan tiang jemuran milik warga sekitar. Namun bacokan yang bertubi-tubi membuat korban kewalahan hingga menghembuskan nafas di atas dipan bambu.
"Sempat melawan, ada cek-cok juga, dikejar kemudian korban ambil besi jemuran. Tapi karena sudah luka, jadi korban sudah gak kuat lagi," kata Beni.
Menurut keterangan warga lainnya yang tak ingin disebut, korban diduga pernah ada masalah terkait lahan parkir di wilayah Tanah Merah, namun itu sudah satu tahun lebih. Korban pun dikenal menjadi tim sukses Khofifah pada kontestasi pilkada 2018 lalu. Korban juga memiliki dua istri. Istri mudanya tinggal tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban. "Istri mudanya itu namanya Jumaleha, nikah sirri mas," kata warga yang tak mau namanya disebut.

Image
Selain dikenal sebagai tim sukses Khofifah, warga juga mengenal korban sebagai wartawan Gegana Indonesia. Korban kerap mengunjingu Samsat dan Pengadilan Negeri bersama istri mudanya. ‚ÄĚSering di Samsat sama Pengadilan mas, katanya sih wartawan gitu," kata warga
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan jasad korban Supriyanto. Diduga korban meninggal karena kehabisan darah akibat sabetan celurit. Ada beberapa luka di tangan, kaki dan punggung korban. Belum ada kwterangan resmi dari kepolisian. Mayat korban pun dibawa ke Kamar Mayat RSUD Dr. Soetomo guna di autopsi. fir/rmc

Berita Populer