Kondisi Rudy Wibowo saat dirawat di RS Adi Husada Surabaya.

Gegerkan Polrestabes, Polda Jatim dan Mabes Polri. Pelakunya, Diduga Peter Susilo, kader Perindo Jatim dengan menggunakan Pistol. Padahal Peter, warga Sipil. Pengacara Peter minta Kejadian ini Tidak Diekspos. Sebaliknya Kuasa Hukum Rudy Wibowo, Mendesak Polri Tuntaskan Kasus Penganiayaan ini

Laporan: Firman Rachman, Hendarwanto, Riko Abdiono, Raditya M. Khadaffi - Tim Wartawan Surabaya Pagi


Partai Persatuan Indonesia (Perindo), partai baru besutan Hary Tanoe, meski suara tingkat nasional masih kecil, tetapi sudah menggegerkan institusi Polri. Gegernya, dua kader ini saling melapor ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Tetapi Minggu (21/4/2019) kemarin, diatensi Mabes Polri, karena Kapolri mendapat laporan.

Dua kader Partai Perindo di Surabaya, baku pukul, salah satunya diduga menggunakan pistol. Sedangkan satunya kepalanya bocor berdarah, diduga dipukul gagang pistol. Dua kader Perindo ini, bernama Rudy Wibowo dan Peter Susilo SH. Keduanya kini sama-sama ngamar di rumah sakit.

Rudy, dipastikan luka robek dan memar di kepala. Tetapi Peter, yang sehari-harinya pengacara, ikut ngamar di rumah sakit, menjadi buah bibir di kalangan Tionghoa Surabaya. Maklum, baik Peter maupun Rudi, sama-sama, keturunan Tionghoa yang menjadi caleg dari partai pimpinan Hary Tanoesoedibjo, konglomerat sektor keuangan dan media.

Sumber internal di Polda Jatim, Minggu (21/4/2019) sore mengatakan, kasus ini menjadi atensi Kapolri, karena dua hal. Pertama, terkait urusan pencalegan. Kedua, Peter Susilo, dilaporkan oleh Rudi Wibowo, membawa pistol. Padahal, Peter Susilo, swasta. Kabarnya, Peter mengajak tiga anggota marinir. "Kadang, Peter suka menunjukkan powernya, karena punya kedekatan dengan anggota marinir,’’ kata teman Peter yang meminta namanya dirahasiakan ini, kepada Surabaya Pagi, Minggu (21/04/2019) pagi.


Dua Kader Perindo Baku Hantam

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur, M Mirdasy, saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Minggu sore (21/4/2019) terkait kasus dua kader DPW Partai Perindo Jatim yang baku hantam, membenarkan kejadian itu. Tetapi ia enggan berkomentar lebih dalam. Alasan, Mirdasy, baku hantamnya Rudi dan Peter, dianggap urusan pribadi kedua kader Perindo. “No comment mas. Itu masalah pribadi,” kata Mirdasy.

Mirdasy, saat ditanya motif baku hantam sesame kader Perindo enggan berbicara soal perselisihan yang diduga dipicu atas perolehan suara yang tidak menguntungkan Peter Susilo, “Sekali lagi, saya no comment,” tambahnya.

Sementara, Yafeti Waruwu, SH, Kuasa Hukum dari Peter Susilo, yang juga caleg Partai Perindo di DPRD Jatim nomor urut 4 Dapil Jatim I, minta kepada Surabaya Pagi, kasus yang menyangkut kliennya dan Rudy, tidak diekspos.

Yafeti sempat menghubungi redaksi Surabaya Pagi, menggunakan nomor telepon seluler 08123124777, pada Sabtu (20/4/2019) kemarin. “Tolong jangan diberitakan ya mas. Ini cuma kesalahpahaman saja (antara Peter dan Rudy), biar keduanya berdamai.” pinta Yafeti, yang menghubungi nomor telpon Pemimpin Redaksi Surabaya Pagi, Sabtu kemarin.

Sedang Peter Susilo, yang dihubungi Surabaya Pagi, tidak membantah atas penganiyaan terhadap rekannya Rudy Wibowo. "Memang benar, namun saya belum bisa klarifikasi karena dalam keadaan sakit," akunya. Peter kini menginap di RS Bhayangkara Surabaya.


Rudy Wibowo usai dipukul dengan gagang pistol.


Dihajar Gunakan Pistol

Sementara, Rudy Wibowo, mengaku ia dituduh oleh Peter telah merebut suara di salah satu TPS yakni TPS005 Endrosono, Wonokusumo Surabaya. “Saya dituduh merebut surat suara di TPS 5 Endrosono, Wonokusumo. Saya disuruh mengakui dan dipaksa tanda tangan. Tapi saya gak mau,” kata Rudi, yang didampingi Vena Naftalia, pengacaranya saat dirawat di RS Adi Husada, Surabaya.

Rudi tidak mau, melaksanakan perintah Peter Susilo, yang dalam struktur di partai Peter lebih tinggi jabatannya. Pria 40 tahun yang tinggal di kawasan Perumahan Babatan Indah Surabaya ini mengaku langsung dipukul membabi buta. "Saya dihajar menggunakan pistol sampai tempat peluru jatuh. Saya tidak bisa apa-apa karena dipegangi sama orang-orangnya Peter," terang Rudy, yang tidak menyebut identitas orang-orang Peter.

Akibatnya, ia mengalami luka di kepala hingga berdarah-darah, Rudy bersama pengacaranya Vena Naftalia lalu melaporkan kejadian ini ke Polisi. "Saya berharap kasus ini segera diproses sesuai dengan hukum berlaku. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegas Vena, yang menyatakan tidak setuju tawaran damai dari Peter.

Hasil investigasi tim Surabaya Pagi, kejadian berlangsung di rumah Peter Susilo, di Perumahan Dian Istana Surabaya, Jumat (19/4/2019) malam. Malam itu, Rudi, dipanggil Peter di rumahnya, membahas suara yang diduga diambil Rudi. Malum, Ir Peter Susilo SH, Caleg Perindo DPR RI nomor urut 2 Dapil 1 Jatim. Sedangkan Rudy Wibowo, Caleg Perindo DPR RI nomor urut 7 Dapil 1 Jatim.


Peter Susilo, (kiri) bersama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo


Kasat Reskrim Membenarkan

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, yang dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (21/4/2019) kemarin di Mapolrestabes Surabaya, membenarkan kejadian penganiayaan terhadap Rudi.

Sudamiran menyebut, anggotanya sudah memproses laporan Rudy Wibowo dengan terlapor Peter Susilo atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Bahkan, Satreskrim Polrestabes Surabaya, malam itu langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), memeriksa saksi-saksi dan geledah rumah terlapor Peter Susilo, untuk mengambil barang bukti.

"Sudah mas, olah TKP, periksa saksi-saksi, dan geledah rumah terlapor. Anggota sudah sita benda atau barang yang ada hubungan dengan kasus tersebut. Namun karena terlapor (Peter, red) juga lapor ke Polda, untuk efektifitas prosesnya, kasusnya tadi malam (Sabtu, 20 April 2019) dilimpahkan ke Ditreskrimun Polda Jatim," kata Sudamiran kepada Surabaya Pagi, Minggu (21/4/2019).

Disinggung terkait adanya oknum Marinir yang terlibat dalam kasus laporan Rudi Wibowo, AKBP Sudamiran enggan menanggapi dan meminta agar hal tersebut ditanyakan ke Ditreskrimum Polda Jatim yang sedang menangani perkara tersebut. "Silahkan konfirmasi ke Polda ya. Sekarang resmi ditangani Polda Jatim," tandasnya.

Terpisah, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol. Gupuh Setiono didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, pihaknya hingga saat ini belum menerima limpahan perkara penganiayaan dua caleg Partai Perindo tersebut.

"Belum tahu kita, ini hari Minggu libur, mungkin nanti kalau masuk," ujarnya saat dikonfirmasi lewat handphone (21/4/2019).