RD, salah satu caleg yang terlibat baku hantam dengan PT.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian pascapemilu di Surabaya diwarnai aksi baku pukul antara dua caleg yang masih dalam satu partai politik. Dua caleg itu bernisial PR dan RD. Keduanya merupakan kader partai Perindo.

Informasi yang didapat Surabaya Pagi menyebut jika aksi baku hantam itu terjadi di rumah PR di kawasan Dian Istana, Wiyung Surabaya, Jumat (19/4/2019) malam.


PT (kiri), caleg yang disebut baku hantam dengan RD.

Saat itu, RD dipanggil PR kerumahnya. Namun ketika sampai, PR dan RD terlibat cek-cok. Diduga, PR marah lantaran suaranya kalah dari RD. Karena emosi, keduanya pun akhirnya berkelahi.

"Saat itu, PR panggil tiga orang oknum Marinir, infonya RD dipukul pakai gagang pistol hingga kepalanya robek," beber salah satu informan yang melaporkan kepada Surabaya Pagi.


Atas informasi tersebut, Surabaya Pagi mencoba mencari informasi di kepolisian. Kapolsek Wiyung, Kompol Rasyad membenarkan peristiwa tersebut yang berujung pada laporan RD kepada PT di kepolisian.

"Benar dan kasus itu ditangani Polrestabes mas," singkatnya saat dihubungi Surabaya Pagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran masih belum menjawab saat Surabaya Pagi mencoba mengkonfirmasi kebenaran kasus tersebut.

Meski begitu, Surabaya Pagi mendapat informasi pihak internal kepolisian yang enggan namanya disebut.


Informasi itu menampik jika adanya keterlibatan oknum Marinir dalam kasus penganiayaan RD. Selain itu, dari saksi yang diperiksa menyebut jika RD tak dipukul dengan gagang pistol, melainkan dengan gagang sapu setelah keduanya saling pukul.

"Itu duel satu lawan satu. Tidak ada marinir seperti yang disebutkan, ada hanya tiga satpam yang mencoba melerai keduanya. Nanti rencananya baru digelarkan mas," ujar Sumber.


Saat ini, baik RD maupun PT sama-sama melaporkan kejadian tersebut. RD ditangani Polrestabes Surabaya sedangkan PT melaporkan kejadian itu ke Polda Jatim. PT juga tengah dirawat di RS Bhayangkara Surabaya karena mengalami beberapa luka akibat perkelahian itu. tim/sp