Foto: Salah satu caleg artis, Manohara

Rangga Putra, Alqomar, Firman

Tim Wartawan Surabaya Pagi

Pemilu 2019 yang tinggal 4 hari lagi membuat suhu politik semakin memanas. Termasuk di Surabaya dan Sidoarjo, yang merupakan daerah pemilihan (dapil) neraka bagi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI. Apalagi dibayangi ‘serangan fajar’ Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per suara menjelang pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu (17/4/2019) lusa. Namun politik uang (money politic) itu dinilai tak efektif. Survei terbaru membuktikan, caleg petahana lebih perkasa dan berpotensi lolos ke Senayan. Sedang caleg-caleg artis yang bermodal kecantikan dan popularitas, justru rontok. Menariknya, sejumlah muka baru di dapil Jatim I memberikan perlawanan sengit ke seniornya.

----------------

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, di Dapil Surabaya terdapat 2.034.889 orang di daftar pemilih tetap (DPT). Sedang Sidoarjo 1.380.104. Dengan jumlah pemilih sebanyak itu, 137 caleg yang maju dari 16 parpol berebut 10 kursi DPR RI. Bisa dibayangkan, betapa ketatnya persaingan caleg di Pemilu 2019 ini.

Karena itulah, dapil ini dikenal ‘Dapil Neraka’. Selain diisi tokoh-tokoh top nasional dan artis, pemilih di dapil ini juga kritis. Pertarungan makin keras karena adanya aturan main parliamentary threshold (PT) 4 persen. Selain itu, lantaran Pemilu Legislatif digelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres), hanya partai tertentu mendapat efek ekor jas (coattail effect)

Sementara sejumlah nama caleg yang berpotensi lolos diantaranya Adies Kadir (Partai Golkar), Bambang Haryo (Partai Gerindra), Bambang DH dan Puti Guntur Soekarno (PDIP) serta Syaikhul Islam (PKB). Mereka disebut-sebut dalam posisi ‘aman’. Sedang nama caleg lainnya seperti Fandi Utomo (PKB), Arzetty Bilbina, Indah Kurnia (PDIP), Lucy Kurniasari (Demokrat) dan muka baru seperti Marulli Hutagalung, Vinsensius Awey (keduanya dari Partai Nasdem) serta Abraham Sridjaja (Partai Golkar), harus bersaing keras dengan sesama caleg satu partai yang sama. Padahal, di dapil ini ada sejumlah artis yang maju. Selain Arzetti Bilbina, ada Manohara Odelia Pinot (Nasdem), Ahmad Dhani Prasetyo (Gerindra), Sundari Soekotjo (PKB), Andre Hehanusa (PDIP).

Demikian rangkuman dari survei terbaru yang digelar Surabaya Consulting Group (SCG) dan Surabaya Survey Center (SSC), Jumat (12/4/2019). Direktur SCG Didik Prasetiyono menyebut pemilih di dapil Jatim 1 termasuk pemilih yang kritis. Para pemilih ini cenderung mempertimbangkan kapasitas ketimbang popularitas. Oleh sebab itu, para caleg petahana lebih dipilih daripada penantang baru.

“Para pemilih di dapil Jatim 1, khususnya di Surabaya itu sudah cerdas. Oleh sebab itu, money politics tidak akan mempengaruhi pilihan pemilih. Soalnya, para pemilih ini sudah bisa mempertimbangkan kapasitas,” jelas Didik kepada Surabaya Pagi, kemarin (12/4).

Menurut hasil survei SCG, parpol yang diprediksi mampu memborong jumlah kursi terbanyak berturut-turut adalah PDIP (5 kursi), PKB (2 kursi), dan masing-masing satu kursi untuk Gerindra, Nasdem dan Golkar. Dari lima partai itu, empat di antaranya merupakan parpol pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amien. Menurut Didik, hal itu merupakan efek yang disebut coattail effect. Suara terbanyak dari PDIP sendiri akan diraup oleh Puti Guntur Soekarno, disusul Bambang DH.

Sedang tiga kursi lainnya bakal diperebutkan Indah Kurnia, Cita Oktavia, Laksda TNI (Purn) Yuhastihar dan Andre Hehanusa yang dikenal sebagai penyanyi. “Khusus Mbak Puti, selain populer karena pernah jadi cawagub pada Pilgub Jatim 2018 lalu, dia merupakan cucu Bung Karno,” ungkapnya.

Yang menarik, sambung Didik, adalah meroketnya Partai Nasdem. Khusus Dapil Jatim 1, para caleg partai pimpinan Surya Paloh ini dinilai bekerja seluruhnya. Tidak seperti partai medioker lainnya, yang hanya caleg nomor 1 yang bekerja. “Semuanya bekerja. Hayono Isman, Maruli (Hutagalung), Ibu Maria (Lucia Lindhajani), (Vinsensius) Awey dan Manohara (Odelia), bakal bersaing ketat. Siapa yang mampu meyakinkan publik pada detik-detik terakhir, dia yang akan lolos,” ungkap Didik.

Bagaimana dengan PKB? Menurut Didik, yang teraman adalah Syaikhul Islam. Sedang Fandi Utomo dan Arzetti Bilbina masih adu kuat rebut satu kursi lainnya. Dijelaskan, hasil survei SCG ini dilakukan pada 18-24 Maret 2019 melibatkan 520 orang responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

PDIP Perkasa

Terpisah, peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdussalam menyebut PDIP dan PKB masih dominan menguasai Dapil Surabaya-Sidoarjo. Menurutnya, PDIP mempunyai basis massa yang kuat di Surabaya, sementara PKB tak terbendung di Sidoarjo. Bahkan, PDIP diprediksi bakal menambah satu kursi dari hasil pemilu sebelumnya.

Secara berturut-turut, partai politik yang diperkirakan bakal mendulang 10 kursi DPR RI dari Dapil Jatim I adalah PDIP (4 kursi), PKB (2 kursi), Golkar (1 kursi), Demokrat (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Nasdem, PPP, PAN dan PKS masing-masing akan berebut 2 kursi. Uniknya, PDIP menurut SSC berpotensi merebut satu kursi terakhir. Jika diperhatikan, tiga parpol pertama merupakan parpol pengusung capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amien.

“Ini imbas dari coattail effect capres Jokowi. Angkanya sampai 20 persen,” papar Surokhim. Namun, berbeda dengan hasil survei SCG yang menyebut lima kursi DPR RI untuk PDIP, hasil survei SSC menunjukkan partai banteng itu bakal meraup empat kursi. Selain itu, hasil survei SSC menunjukkan petahana masih perkasa di Dapil 1.

Muka baru yang paling menonjol adalah Puti Guntur Soekarno. Bahkan, sama dengan SCG, dua kursi pertama bakal diduduki oleh Puti Guntur Soekarno dan Bambang DH. “Selain dari PDIP, Mbak Puti populer lantaran pernah jadi cawagub,” ungkap Surokhim.

Yang menarik dari kedua lembaga survei di atas adalah tidak mampunya artis-artis mendulang suara. Walau populer, baik SCG maupun SSC tidak menemukan artis yang berpotensi lolos dari dapil neraka ini. “Para petahana ini masih punya basis dukungan tradisional yang kuat,” tuturnya.

“Dari sederet artis yang bertarung di dapil neraka, hanya Ahmad Dhani yang paling berpeluang. Dari Gerindra, dia (Dhani) dan Bambang Haryo,” lanjutnya. Namun saat ini Dhani menghadapi kasus hukum yang disidangkan di PN Surabaya.

Khusus Partai Nasdem, Hayono Isman dan Maruli Hutagalung diprediksi bakal merebut satu kursi. Diikuti Vinsensius Awey yang bersaing ketat. “Artis Manohara nomor terakhir,” pungkasnya.

Manuver Adies

Menghadapi persaingan keras itu, politikus Partai Golkar Adies Kadir menggalang dukungan dan memohon doa dari berbagai lapisan masyarakat agar dapat kembali memperjuangkan kepentingan rakyat di DPR RI. "Saya memutuskan maju kembali dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 ini agar dapat kembali mengabdi dan memperjuangkan hak-hak rakyat. Untuk itu saya memohon doa dan dukungannya," ujar anggota Komisi III DPR RI.

Adies di antaranya meminta restu dan dukungan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Saat bertemu dalam sebuah acara di Surabaya beberapa waktu lalu, Emil menyebut Adies Kadir telah membuktikan kinerjanya sebagai wakil rakyat yang memiliki kapabilitas dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

Pengasuh Pondok Pesantren Baitunnaim Surabaya KH M Naim Ridwan juga memuji kinerja Adies Kadir selama menjabat anggota DPR RI periode 2014 - 2019 yang dinilai tidak pernah membedabedakan kalangan masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. n