Kelurahan Mojoroto Kota Kediri saat mendapat penilaian kelurahan berseri tingkat pratama Jawa Timur tahun 2019. Foto: SP/Duchan

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dua RW di Kelurahan Mojoroto Kota Kediri optimis meraih penghargaan penilaian Kelurahan Berseri yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sejumlah persiapan dilakukan saat memasuki tahap penilaian. Seperti persiapan pengolahan sampah, penghijauan dan penataan jalan lingkungan.

Dalam perlombaan ini Pemerintah Kota Kediri optimis 2 RW yang diusulkan dapat meraih penghargaan kelurahan berseri tingkat berseri tingkat pratama pada tahun ini. Hal itu dilihat tingginya antusias dan kesadaran masyarakat.

Penilaian dimulai dari RW 1 Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Tim penilai langsung disambut siswa sekolah alam dan masyarakat setempat bersama Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri. Usai mendapat sambutan, tim penilai melihat lihat secara langsung produk UMKM milik warga setempat dan selanjutnya menuju ruang pertemuan.

Staff bidang pengelolaan sampah dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim, Hening Probowati mengatakan, dari penilaian sementara, Kelurahan Mojoroto berpotensi menang. Pasalnya, masyarakatnya sudah memiliki kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik, melakukan penghijauan dan melakukan penataan jalan.

"Disini pengolahan sampahnya baik, bahkan bank sampah di RW 1 dan RW 10 ini tergolong maju. Terlihat dengan jumlah nasabah 50 persen dari jumlah kepala keluarga (KK) yang ada," ujarnya di lokasi, Rabu (10/4/2019) kemarin,

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pertamanan dan Tata Lingkungan DLHKP Kota Kediri, Ir. Datik Indrijaswati A.P, MM menuturkan, awalnya Pemerintah Kota Kediri mengusulkan dua kelurahan dalam lomba ini. Tetapi yang terpilih hanya Kelurahan Mojoroto karena menyatakan kesiapannya. "Dari dua usulan kita pilih satu. Untuk Kelurahan Mojoroto ini kita optimis mampu meraih penghargaan keluraham berseri tingkat madya di tahun ini. Harapannya setelah ini kedepan bisa meningkat ke madya dan mandiri," ucapnya.

Diketahui, tim penilai mendapat pemaparan tentang sekilah RW 1 dan RW 10 yang diusulkan. Selain itu tim juga melihat kegiatan belajar mengajar di sekolah alam dan aktivitas budidaya ikan lele.

Berikutnya tim penilai melihat demo pembuatan daur ulang sampah menjadi aneka kerajinan yang unik dan bernilai ekomis. Serta produksi bahan bakar minyak dari bahan plastik bekas. Can