Ratusan masa buruh saat berorasi dan membawa spanduk yang ditempelkan di pagar PT. LMI.

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai bentuk solidaritas atas pemecatan sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tempat kerja temannya, ratusan buruh yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kahutindo (DPC FSP) Kahutindo Lamongan, ngluruk ke PT. Lamongan Marine Industry (LMI), sebuah perusahaan produksi kapal di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Selasa (9/4/2019) pagi.

Aksi unjuk rasa damai ini, seperti disampaikan oleh Ido Nugroho, Kordinator aksi yang sekaligus Sekretaris DPC FSP Kahutindo Lamongan itu, disebabkan diberhentikannya 25 pekerja secara sepihak oleh perusahaan dengan alasan kontrak telah habis.

Anehnya, meski beralibi kontrak nya sudah habis, tapi pihak perusahaan bekerjasama dengan kontraktor dengan memasukkan 25 pekerja untuk menggantikan, karyawan yang diberhentikan. "Kami menduga, itu adalah upaya sengaja yang dilakukan perusahaan, untuk memberangus tenaga kerja atau buruh. Sehingga kami meminta turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini, sebelum terjadi aksi yang lebih besar," terangnya.

Pihaknya lanjut Ido, bersama ratusan buruh lainnya menuntut keadilan. Selain itu, perusahaan juga harus lebih memperhatikan masyarakat sekitar. "Memutus sepihak pekerja dengan alasan kontrak habis dirasa sangat ganjil, apalagi pemutusan sepihak ini dilakukan dengan massal, dan setelah itu pihak perushaaan malah menerima pekerja baru," terangnya.

Usai demo di depan kantor PT. LMI, perwakilan buruh diterima oleh manajemen. Dan dalam audiensi ini, pihak perusahaan masih tetap kokoh, tidak bersedia memperkerjakan kembali 25 orang pekerja yang di pecat. "Saat ini masih berunding soal hak hak pekerja sesuai dengan UU 13 2003, karena PT LMI masih kokoh tidak mau menyabut pemecatan terhadap 25 pekerja," terangnya.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Lamongan Ali Mahfudl mengaku kaget, setelah mendengar kabar pemecatan sepihak yang dilakukan PT. LMI. Ia berjanji akan segera menindak lanjutinya.

"Saya baru tau kalau ada informasi dipecatnya buruh PT. LMI. Kami harap jangan main pecat begitu. Kami meminta ada dialog untuk mencari solusi, mengapa terjadi pemecatan, apa buruh itu kinerjanya kurang bagus, atau memang ada pengurangan tenaga kerja karena sesuatu hal, harus didialogkan, cari solusi secara damai," tegasnya. jir