•   Rabu, 17 Juli 2019
Korupsi

Diperiksa KPK, Bowo Sidik Akui Duit Rp8 M untuk Serangan Fajar

( words)
Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/4). (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Mantan Anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso membantah uang suap yang diterimanya untuk kepentingan Pilpres. Mantan Politikus Golkar tersebut memastikan bahwa uang suapnya hanya digunakan untuk serangan fajar di pileg.
Bowo sendiri merupakan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar. "Enggak ada hubungannya (pilpres). Engga ada, engga ada. Iya, iya untuk Pileg," singkat Bowo usai diperiksa tim penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/4).
Senada dengan itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kembali memastikan bahwa berdasarkan fakta hukum yang ada, uang suap yang diterima Bowo Sidik Pangarso hanya untuk kepentingan Pileg. "Dari fakta hukum yang ada digunakan untuk kepentingan Pileg," kata Febri
Menurut Febri, hingga saat ini, uang suap yang disimpan dalam 400.000 amplop tidak berkaitan dengan Pilpres. Amplop yang ditaruh dalam 82 kardus dan 2 boks kontainer itu digunakan Bowo untuk kepentingan pencalonannya sebagai legislator petahana.
"Amplop-amplop yang berisi uang tersebut dari fakta hukum yang kami dapatkan sampai dengan saat ini diduga amplop itu akan dibagikan untuk kepentingan pileg karena BSP mencalonkan diri di dapil Jateng II," terangnya
Bowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).
Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.
Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Berita Populer