Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke-46 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

SURABAYAPAGI.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebutkan hasil surveinya terhadap elektabilitas partai politik tingkat DPR RI. PDIP, Gerindra, dan Golkar menempati urutan parpol dengan elektabilitas tertinggi.

"PDIP menjadi partai politik pilihan teratas masyarakat, baik pada pertanyaan diajukan secara terbuka maupun tertutup. Diikuti secara berurutan oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, dan Partai Demokrat pada urutan berikutnya," kata Yunarto di kantornya, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

Ia menjabarkan, PDIP memperoleh elektabilitas sebesar 24,8 persen, Gerindra 15,7 persen, dan Golkar 9,8 persen. Adapun secara berurutan partai lainnya dari urutan elektabilitas tertinggi ke terendah di antaranya PKB, Demokrat, Nasdem, PKS, PPP, PAN, PSI, Perindo, Hanura, PBB, Berkarya, PKPI, dan Garuda.

"Di antara alasan partai politik tersebut dipilih karena mengusung capres-cawapres yang disukai sebesar 16,8 persen, sudah terbiasa memilih partai tersebut 11,6 persen, dan adanya tokoh tertentu yang berhubungan dengan partai sebesar 9,7 persen," kata Yunarto.

Adapun alasan lainnya, ia menyebutkan karena partai tersebut memperjuangkan kepentingan umat Islam, mewakili ideologi Pancasila sesuai dengan pemilih, tertarik figur caleg-caleg partai, tertarik figur ketua partai, tertarik program partai, visi misinya sangat mewakili generasi milenial, dan mewakili kalangan atau ormas tertentu.

"Lalu tertarik dengan slogan atau tagline partai," kata Yunarto.

Adapun kemantapan pemilih terhadap parpol pilihannya, ia menjelaskan untuk PDIP sebanyak 82,6 persen pemilih sudah mantap dan hanya 12,1 persen yang masih mungkin berubah. Lalu Gerindra sebanyak 77 persen sudah mantap dan hanga 18,2 persen yang masih mungkin berubah.

"Golkar yang sudah mantap 55,6 persen dan 20,4 persen masih mungkin berubah, sisanya tidak jawab atau tidak tahu," kata Yunarto

Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 1 – 9 Maret 2019, melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 2000 orang masyarakat dewasa dan terdaftar sebagai pemilih. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap Provinsi.

Dengan jumlah sampel sebanyak 2000 responden, margin of error + 2.19% pada tingkat kepercayaan 95%. Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah desa/kelurahan dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang di 200 desa/kelurahan yang tersebar di Indonesia.

Quality control dilakukan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sebesar 20% dari total sampel. Dalam quality control tidak ditemukan adanya kesalahan berarti. mu/v