Politisi Nasdem Charles Meikyansah menyebut pemerintah telah meengerjakan berbagai program pemberdayaan dan pelatihan di pesantren. (Foto: SP/ALQOMAR)

SURABAYAPAGI.com - Peningkatan kemampuan para santri di pesantren-pesantren, khususnya untuk berbagai ilmu kewirausahaan perlu terus dikembangkan. Apalagi pemerintah telah mengembangkan ekonomi keumatan seperti program Bank Wakaf Mikro di sejumlah Pondok Pesantren. Diharapkan dari pesantren akan muncul wirausahawan-wirausahawan muda dan membuat perusahaan rintisan (start up) yang bisa berjaya nanti di Indonesia. Jadi pelatihan sumber daya manusianya juga ke pengasuh.

Politisi Nasdem Charles Meikyansah pun mempunyai pandangan serupa. Charles mengatakan selama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memulai berbagai program pemberdayaan dan pelatihan di pesantren-pesantren.

"Di Jember misalnya, ini kan juga kota Santri, Pak Jokowi sudah menjalankan program Kopentren, Koperasi Pesantren, nantinya juga ada berbagai pelatihan dari Balai Latihan Kerja yang bukan hanya menyasar para santri, namun juga pengasuh atau ustaz yang ada di pesantren," kata Charles Minggu (24/3)

Caleg DPR NasDem dari daerah pemilihan Jatim IV (Jember-Lumajang) itu berharap dalam dua atau tiga tahun mendatang, ada 1.000 pengusaha UMKM yang berasal dari pondok pesantren. Menurut Charles, para santri perlu disiapkan berbagai ilmu terkait kewirausahaan. Balai latihan kerja yang sekarang sudah ada dan akan terus dikembangkan, adalah terkait Bahasa Asing, lalu untuk keahlian permesinan.

Dia menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah pelatihan manajemennya, bagaimana menjalankan bisnis. Diyakini, hampir semua pengusaha UMKM itu belajar manajemen secara otodidak, belajar soal ekonominya secukupnya. “Ini harus dilatih, bagaimana mengatur modal, perputaran uang di bisnis, lalu mekanisme peminjaman ke bank, hingga membuat UD, CV, bahkan PT, perlu diberi kemampuan juga," tandas Charles.n Alq