•   Rabu, 23 Oktober 2019
SGML

Perdamas Organisasi Istiqomah Salurkan Jariyah dari TKI di Malaysia

( words)
Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan KH. Abd Ghofur saat menghadiri acara Pertemuan Akbar ke 28 Perdamas di Malaysia. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Sudah Miliaran Rupiah Dana Jariyah TKI Untuk Pembangunan Lembaga Pendidikan, Masjid dan Musolah

SURABAYAPAGI.com, Malaysia - Tidak banyak tahu masyarakat Jawa Timur khususnya, dan umumnya di Indonesa, kalau ada organisasi perantauan di Malaysia yang sudah cukup besar andilnya, ikut mewujudkan tempat ibadah dan lembaga pendidikan di tanah air yang sudah berdiri sejak 28 tahun lalu.

Organisasi yang sudah mempunyai anggota 250 orang itu adalah, Persatuan Donatur Masjid Madrasah (Perdamas) Desa Wotan Kec Panceng Gresik, Jawa Timur ini, menjadi satu-satunya organisasi yang dibentuk oleh para TKI di Malaysia, yang sampai sekarang masih eksis dan istiqomah untuk ikut membantu menyalurkan para jariyah dari warga perantauan.

Bahkan setiap pertemuan seperti dalam pertemuan akbar ke 28 yang berlangsung pada Selasa (5/2/2019, di Aula Villa Titiwangsa No 12 Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur Malaysia, menjadi forum untuk mengingat dan berbuat untuk kampung halamanya di tanah air.

"Alhamdulillah setiap tahun kita bisa menggelar acara seperti ini, semoga forum seperti ini terus istiqomah, dan yang ingin jariyah untuk pembangunan Masjid dan Musolah juga bisa terus bertambah," kata Marlikan Ketua Perdamas.

Dari forum pertemuan akbar itu kata Marlikan, biasanya tanpa tarik menarik uang yang terkumpul bisa sampai 15 ribu ringgit.

"Kita tidak pernah tarik menarik atau menarget iuran, kalau ada kegiatan seperti ini mereka dengan suka rela membantu sesuai dengan kemampuannya, dan uang yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pembangunan tempat ibadah," jelasnya.

Disebutkan Marlikan, sudah banyak lembaga pedidikan TPQ dan tempat ibadah Masjid dan Musolah di desanya sudah mendapatkan suntikan dana dari para TKI di Malaysia.

"Kami di Perdamas berkumpul seperti ini salah satunya untuk memfasilitasi para TKI yang berasal dari Desa Wotan, untuk manampung jariyah agar bisa bermanfaat untuk kampungnya," aku Marlikan.

Tidak sedikit uang yang terkumpul dari para TKI ini yang sudah disalurkan. "Kalau sejak berdiri sampai sekarang sudah miliar rupiah uang yang sudah disalurkan Perdamas untuk pembangunan lembaga pendidikan dan tempat ibadah," akunya.

Meski sudah banyak uang yang disalurkan, tapi bagi Perdamas berbuat baik dan bermanfaat untuk masyarakat menjadi semangat. Makanya peran dan fungsi Perdamas diperluas, salah satunya bergerak dibidang sosial dengan memberikan santunan kepada yatim piatu dan warga yang tidak mampu.

"Kami ingin selalu berbuat dan bermanfaat untuk masyarakat, makanya kami memperluas kegiatan kami selain menampung jariyah TKI juga kegiatan bakti sosial," katanya.

Selain kegiatan pertemuan akbar kata Marlikan, Perdamas yang dipimpinnya ini juga melakukan kegiatan istigotsah dan tahlil rutin setiap Jumat legi, "Kegiatan ini salah satunya untuk ngurip-nguripi ajaran aswaja, meski berada di rantauan," pungkasnya. jir

Berita Populer