Ilustrasi sakau rokok, Foto: Psycholekar.ru

SURABAYAPAGI.com - Menurut Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), 51,1 persen masyarakat Indonesia adalah perokok aktif. Hal ini merupakan angka paling tinggi di Asia Tenggara. Rokok mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, metanol, amonia, arsenik, serta karbon monoksida. Merokok juga dapat memicu beberapa penyakit berbahaya. Mulai dari penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru-paru, serangan jantung dan penyakit lainnya.

Banyaknya efek yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok, beberapa orang berusaha berhenti. Tapi berhenti merokok secara tiba-tiba menyebabkan sakau rokok. Istilah sakau biasa dipakai untuk pengguna narkoba. Tapi tak menutup kemungkinan jika rokok bisa menyebabkan sakau karena efek ketergantungannya. Gejala sakau rokok bisa dibagi menjadi tanda fisik dan psikis. Beberapa gejala di bawah ini bisa menunjukan gejala sakau rokok.

Gejala fisik yang timbul saat mulai berhenti merokok:

- Mengalami gejala seperti flu; sakit tenggorokan dan batuk

- Sensasi dingin pada bagian tubuh (jari tangan dan kaki, puncak kepala)

- Merasa lemas

- Pusing

- Nafsu makan meningkat

- Mual dan perut kram

- Sakit kepala

- Berkeringat tanpa sebab

- Mulut asam dan pahit

Sementara efek emosional dan psikologis biasanya muncul sejak seminggu pertama berhenti merokok

- Perubahan mood drastis (mood swings); cepat marah, cepat frustrasi, tidak sabar, mudah tersinggung

- Sulit berkonsentrasi

- Insomnia

- Ngidam merokok lagi

- Gejala-gejala depresi

- Kecemasan dan kebosanan

Untuk berhenti merokok memang membutuhkan usaha yang besar. Namun jika sudah dengan niat dan tekad yang kuat, sakau rokok akan bisa dilalui. Terlebih dengan dukungan orang-orang terdekat. hs