Simpul Kemacetan Yang Terjadi di Karanglo

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim sepakat dengan konsep underpass (terowongan) Karanglo. Pilihan tersebut dinilai sebagai solusi jitu mengatasi kemacetan dari dan menuju Malang.

SURABAYA PAGI.com, Surabaya -
"Proyek underpass ini lebih murah dibandingkan dengan pembangunan flyover (jalan layang)," ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi, kemarin.

Lebih jauh Gatot mengatakan, underpass ini konsepnya dibangun di bawah Jalan Raya Singosari tepat di pintu keluar tol Pandaan-Malang di Karanglo.

Rencananya terowongan ini dibangun sepanjang 343 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter serta bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter. Pembangunan underpass terdiri dari 2 jalur dengan kapasitas 4 lajur dengan masing-masing lajur memiliki lebar 3,5 meter.

Dengan demikian, kendaraan dari Surabaya ke Malang bisa masuk underpass ini, begitu pula sebaliknya.

Sementara itu, pembangunan underpass ini ditargetkan selesai 6 bulan ke depan, sekitar bulan Juni-Juli (2019).

Humas PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Tri, mengatakan, pembangunan underpass tersebut sudah dimulai Kamis (10/1) kemarin. "Kemarin dimulai dengan penancapan tiang pertama," katanya.

Menurut Agus, proyek underpass tersebut ditaksir menelan biaya Rp. 80 milyar. Jauh lebih murah dibanding membangun flyover yang bisa menghabiskan dana Rp 250 miliar. (arf)