Welly Tanubrata, anak dari Mariani Tanubrata ini dilaporkan dua warga Surabaya di Polrestabes Surabaya, Rabu (5/12/2018)

SUDAH kenal puluhan tahun, tak menjamin dapat dipercaya sepanjang hayat. Apalagi ternyata kini terungkap pertemanan itu telah dijadikan kedok untuk melakukan penipuan dan penggelapan. Kejadian ini dialami oleh Andrias Thamrun dan Go Giek Fe, dua warga Surabaya Barat. Keduanya merasa ditipu anak bos toko Elektronika ‘’Gunung Sari Intan’’. Maklum, dua orang ini telah mengenal sanak family Welly Tanubrata.

Rabu sore kemarin (5/12/2018) Andrias dan Go Giek Fe, tiba-tiba mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, sekitar pukul 16:00 WIB.


Andrias Thamrun, menunjukkan bukti lapor di SPKT Polrestabes Surabaya.

Andrias, 73 tahun, warga Kupang Indah I dan Go Giek Fe, 40 tahun, warga Dukuh Kupang 31 Surabaya, melaporkan Welly Tanubrata atas dugaan penipuan dan penggelapan. Baik laporan Andrias dan Go Giok Fe, sudah tercatat dua laporan dengan nomor STTLP/B/1243/XII/2018/JATIM/RESTABES SBY dan nomor STTLP/B/1245/XII/2018/JATIM/RESTABES SBY. Kedua laporan itu diterima tanggal 5 Desember 2018.


Go Giok Fe alias Fifi pun juga melaporkan Welly atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Welly Tanubrata, dikenal seorang pengusaha elektronik Gunungsari Intan, putra dari Mariani Tanubrata (Swee Ing), yang tinggal di Kertajaya Indah 155 Surabaya. Welly, diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Andrias dan Go Giek Fe, dengan total kerugian mencapai puluhan miliar. Bahkan Andrias mengakui sudah tertipu hampir total Rp 10 Miliar lebih oleh Welly.

“Saya itu tak pernah punya pikiran buruk. Wong mamanya Welly itu teman main istri saya. Kenal sudah puluhan tahun. Gak nyangka sampe seperti ini,” cerita Andrias, kepada Surabaya Pagi, yang ditemui di SPKT Polrestabes Surabaya, Rabu (5/12/2018).

Semuanya, tambah Andrias, dimulai perkenalan tahun 2000 lalu. Welly mulai meminjam uang kepada Andrias, dengan alasan untuk bisnis elektroniknya, hingga alasan pribadi. “Sekitar tahun 2000an, dia (Welly) mulai pinjam utang. Yah karena saya kenal ibunya lebih dulu. Anaknya pinjem, yah saya kasihan juga,” beber Andrias, yang Rabu sore itu datang dengan kemeja biru dan celana jins biru, sebelum melapor.

Jual Beli Properti

Menurut pelapor Andrias, dugaan penipuan itu dilakukan Welly bukan hanya soal hutang piutang, melainkan jual beli property yang ditawarkan kepadanya. Belakangan diketahui, sertifikat ruko yang dijual Welly kepada Andrias telah digadaikan lebih dulu di bank.

"Waktu itu dia jual ruko kepada saya di Jalan Kertajaya nomor 41 seharga Rp 5 miliar. Dia tidak bilang kalau sertifikatnya digadaikan ke bank. Dia cuma nunjukan fotokopi sertifikat, terus setelah saya beli, akhirnya saya tahu kalau itu ternyata sertifikatnya digadaikan ke bank. Saya minta kembali uangnya, dia gak mau," lanjut Welly.

Welly Sempat Berdamai

Sebenarnya, sebelum upaya hukum ditempuh, Andrias justru masih memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan penipuaan ini secara kekeluargaan. Bahkan beberapa kali ditagih dan ditemui, Welly sempat membuat pernyataan akan membayar segala bentuk hutang tertanggung kepada Andrias. Tetapi, janji tinggal janji, Andrias yang tak sabar lagi, memilih menempuh jalur hukum.

Selain Andrias, Go Giok Fe alias Fifi juga merasa ditipu oleh Welly. Meski nominalnya tak sebanyak Andrias, Fifi tetap dibuat geram oleh Welly. Fifi sendiri awalnya kenal dengan Welly, sekitar 10 tahun, dikenalkan dengan temannya. Sama dengan Andrias, awalnya berbaik-baik, namun ujung-ujungnya, tidak dapat dihubungi.

Pengusaha muda itu berhutang uang kepada Fifi dengan rincian lima kali transfer sejak 2017-2018 dengan total uang sebesar Rp 80 juta. Awalnya diberi angin segar, karena Welly membayarkan hutangnya menggunakan tiga cek kepada Fifi, pada bulan November 2018 lalu. Namun 3 cek yang diberikan Welly, saat dicairkan Fifi, kosong alias blong.

"Dia kasih saya tiga cek November 2018 kemarin, senilai Rp 45 juta, Rp 30 juta dan Rp 15 juta, tapi saat saya cairkan lah kok blong (kosong, red). Malah saya dikasih kompor gas tanam sama cooker hood senilai 5 juta," kata Fifi.



Kondisi rumah Welly di Kertajaya Indah Timur 155, tampak sepi.

Undercover Kantor Welly

Sementara itu, Surabaya Pagi, Rabu (5/12/2018) sore mencoba menelusuri toko elektronik milik Welly, Gunung Sari Intan di jalan Kertajaya. Toko itu, tampak sepi dan nyaris bangkrut. Toko elekronik yang awalnya berdiri 3 lantai dengan setiap lantai diisi beragam elektronik, Rabu sore kemarin, dari pantauan Surabaya Pagi, hanya satu lantai. Itupun, beberapa barang sisa stok lama. Bahkan kini, karyawan hanya tersisa delapan karyawan.

Seorang karyawan paruh baya yang tak mau namanya disebut, saat ditemui Surabaya Pagi, mengatakan jika Welly Tanubrata sudah jarang ke tokonya beberapa bulan terakhir. "Saya belakangan ini tidak pernah ketemu mas, jarang sekali ada, sudah dua bulanan ini," katanya.

Disinggung terkait hutang piutang Welly yang berujung laporan di Polrestabes Surabaya itu, karyawan tersebut mengaku tak mau tahu. Tetapi ia kerap mengetahui beberapa kali ada orang yang mencari Welly untuk menagih hutang. "Ada beberapa orang sih mas. Ada yang dari bank, ada orang semacam debt collector gitu. Saya tidak tahu pastinya. Itu urusan bos," singkatnya.



Gunungsari Intan, milik Welly Tanubrata.

Rumah Welly Sepi

Usai di tokonya Gunungsari Intan, Surabaya Pagi mencoba menelusuri ke rumah Welly yang berada di Kertajaya Indah Timur 155 Surabaya. Di rumahnya pun, Welly dikenal sangat tertutup. Rumahnya yang berdiri megah, tepat di pojok bundaran kampus Institut Teknologi 10 November Surabaya, terlihat tertutup rapat.

Pagar beton setinggi dua meter mengelilingi rumah mewah dua lantai itu. Bahkan beberapa lampu penerangan yang terlihat dari rumah pun hanya beberapa.

Satpam perumahan komplek tersebut menyebut jika keluarga Welly jarang keluar rumah. "Kalau sampean gedor gak ada orang berarti memang sedang kosong mas. Saya jarang lihat ada keluar pak Welly. Paling istrinya saja di dalam rumah. Setau saya, itupun keluarnya pagi-pagi," kata Satpam singkat.

Bahkan, satpam komplek itu pernah dicurhati oleh penunggu rumah Welly, bila beberapa pembantu dan penunggu belum dibayar gaji bulanannya. “Cuma saya ini pernah dicurhati, kalau gaji penunggu rumah sering belum dibayar,” jelasnya singkat.

Lebih lanjut Surabaya Pagi menggali jnformasi di Internal Kepolisian, Welly Tanubrata dan Ibunya Mariani Tanubrata alias Swee Ing, merupakan pengusaha Tiong Hoa yang cukup terkenal di Surabaya. Bisnis keluarga mereka pernah berjaya dibeberapa tahun lalu. Tetapi, turun drastis di beberapa tahun terkahir. "Mereka sempat Jaya, tapi sekarang drop mas," ujar sumber singkat.

Welly Enggan Tanggapi

Sementara, Surabaya Pagi saat konfirmasi kepada Welly Tanubrata, sebagai upaya keberimbangan, melalui pesan WhatsAppnya di nomor 0818303800, justru mengaku tak tahu terkait penipuan yang disangkakan oleh Andrias dan Fifi.

“Saya kok gak tau yah info itu (terkait dugaan penipuan yang dilakukannya kepada Andrias dan Fifi). Saya malah baru tau dari bapak,” jawab Welly melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/12/2018) pukul 18:32 WIB.

Disinggung terkait awal mula persoalan dugaan penipuan dan penggelapan yang diarahkan kepadanya, Welly terlihat enggan menanggapi. "Saya belum tahu pak, terimakasih ya infonya," jawab singkat Welly. Bahkan, ketika Surabaya Pagi mencoba menggali, lebih dalam, Welly sudah tidak membalas pesan WhatsApp dengan centang dua, yang diduga sudah terbaca oleh Welly.