Pasca penggebekan, Broadway Pub di Jl Mayjen Sungkono tetap buka, semalam.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Polrestabes Surabaya dapat tangkapan besar, setelah menggerebek rumah karaoke Broadway di jalan Mayjend Sungkono Surabaya. Ternyata, karaoke milik Rasa Sayang Group itu diduga dijadikan arena judi terselubung. Heri Kuncoro alias Bing He, bos Kafe Rasa Sayang pun dikabarkan ikut disergap oleh anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Bahkan, pengusaha bertubuh tambun dan berkaca mata itu diduga menjadi bandar judi ‘Nger’ atau bakarat di salah satu room VIP Broadway. Selain itu, polisi juga menangkap FR yang disebut-sebut oknum anggota DPRD Bangkalan.

-----

Informasi yang dihimpun, penggerebekan itu dilakukan polisi, Rabu (17/10) dini hari. Ada 16 orang yang diamankan, tapi hanya 3 orang yang menjadi tersangka. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menyebut tersangka itu dengan inisial. Yakni, HK warga Jajar Tunggal Surabaya yang berperan sebagai bandar, lalu FR warga Rajawali Bangkalan Madura dan SAM warga Kelbun Bangkalan Madura yang berperan sebagai pemain.

Namun informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, HK ini mengarah ke Heri Kuncoro. Apalagi, bos Rasa Sayang ini di kalangan pelaku hiburan malam sudah lama main judi dadu dan judi pitik (ayam).

Selain tiga orang itu, polisi juga menetapkan SB, pengunjung lain, sebagai tersangka. Namun tak terkait judi, melainkan pria tersebut kedapatan membawa sajam saat penggerebekan. Lantas, siapa yang anggota DPRD? Kombes Pol Rudi Setiawan tak menyebut siapa tersangka yang berstatus anggota DPRD Bangkalan tersebut. "Ada oknum di Bangkalan," sebut Rudi Setiawan saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Awalnya, polisi mengamankan enam belas orang yang ada di dalam salah satu room karaoke. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan hanya empat orang tersangka. Tiga orang berkaitan dengan kasus perjudian, sedangkan satu orang ditemukan membawa senjata tajam jenis parang.

Dari penggerebekan itu polisi juga menyita uang sebesar 79 juta rupiah, sebuah kartu domino dan sebilah sajam sebagai barang bukti. Sedangkan tiga belas orang yanh sebelumnya diamankan dari dalam room dipulangkan lantaran tidak terlibat aktifitas perjudian diantara ketiga tersangka.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, jika keempat tersangka yang ditangkap kini sudah ditahan di Mapolrestabes Surabaya. "Sudah kami tahan ya," kata Rudi.

Setelah sehari ditahan, ketiga tersangka yang berkaitan dengan perjudian diperiksa intensif. Mereka mengakui perbuatannya. Dalam modusnya, para pelaku ini menyewa sebuah room di rumah karaoke dewasa tersebut. Lalu HK menyediakan kartu domino dan memainkan permainan judi jenis Nger (bakarat). Aturannya, jika kartu yang dibagikan kepada pemain lebih besar dari bandar, maka bandar wajib membayar sejumlah uang taruhan. Begitupula sebaliknya.

"Setiap kali permainan mereka bebas menetapkan uang taruhan yang berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 300 juta," lanjut Rudi.

Oknum DPRD

Lebih lanjut, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjawab perihal informasi yang menyebut jika salah satu diantara dua pemain judi yang ditangkap merupakan salah seorang anggota DPRD kota Bangkalan. Sudamiran tak mengelak, namun juga tak menjelaskan secara spesifik siapa dan menduduki jabatan sebagai apa. "Ya mas benar ada salah satu diantara dua pemain asal Madura," singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan Imron Rosyadi mengungkapkan, belum mendengar kabar penangkapan dan penetapan tersangka. "Belum tahu info itu. Kami hari ini fokus rapat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)," cetus Imron.

Tetap Buka

Paska dilakukan penggerebekan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya atas kasus perjudian. Karaoke Broadway Pub di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya ini masih tetap buka, Kamis (18/10) malam. Dari pantauan Surabaya Pagi, sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah LC (Ladies Club) dan pemain band berdatangan. Bahkan, di pintu tertempel logo pelanggaran dari Pemkot Surabaya mengenai izin pariwisata dan minuman beralkohol, aktivitas di kafe tersebut berjalan seperti biasa.

Surabaya Pagi mencoba mengkonfirmasi pihak managemen. Ditemui oleh Receptionis yang tak mau menyebutkan namanya, wanita tersebut mengatakan jika dirinya tak mengetahui soal penggerebekan perjudian yang melibatkan bos Rasa Sayang, Heri Kuncoro. "Yang semalam ya. Saya libur kemarin, jadi ndak tau," kata wanita tersebut, Kamis (18/10/2018) malam.

"Silahkan tanya pak manager, tapi biasanya datang jam 11 malam mas," tambahnya.

Disisi lain, tukang parkir yang bernama Iwan juga mengatakan hal yang sama. Iwan mengaku ketika ada penggerebekan dirinya sedang dirumah. "Saya libur mas, kemarin ada temen syaa yang jaga. Tapi sekarang dia ndak jaga," kata Iwan. n fir/jmi