Catatan Politik oleh Dr. H. Tatang Istiawan (Wartawan Senior)


Yth Pak Jokowi- Pak Prabowo,

Kegaduhan mantan Jurkam Anda Capres Prabowo, kini masih disidik oleh penyidik Polda Metro Jaya. Ratna Sarumpeat telah menjadi tersangka kebohongan. Sedangkan pendukung Anda, Amien Rais, telah diperiksa sebagai saksi.

Minggu lalu, diluar kegaduhan yang melanda Anda Capres Prabowo, muncul viral foto antara Menteri BUMN Rini Sumarno, bergandengan tangan dengan Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni..

Gandengan tangan erat bak orang berpacaran antara atasan dan bawahan. Gandengan tangan antara Janda dua anak kandung plus anak angkat, dengan pria kelahiran 1957. Usia Baiguni, lebih tua satu tahun dari Rini Sumarno, yang lahir 9 Juni 1958.

Sampai malam tadi, saya belum mendapat informasi, status Achmad Bauquni, masih memiliki istri, atau sudah duda. Sementara Rini Sumarno, sudah bercerai tahun 1996 dengan suaminya, Didik Soewandi.

Gandeng mesra anggota kabinet Anda Capres Jokowi ini mengundang reaksi dari beberapa nitizen. Ada yang merasa heran, ada seorang manteri bergandengan tangan dengan bawahannya sediri. Benarkah antara anggota cabinet Anda ini memiliki hubungan istimewa?

Hal yang pasti, mantan Presiden Direktur Astra dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kabinet Gotong-royong Megawati ini, telah diketahui publik. Kini, publik menunggu penjelasan Rini. Mengingat, Rini adalah pejabat publik. Apalagi memegang asset Negara di puluhan badan usaha milik Negara.

Pertanyaannya, perilaku pejabat publik seperti Rini Sumarno ini masihkah bisa ditolerir secara etika dan moral? Maklum, secara etika, perilaku setiap pejabat publik dituntut berbuat baik, dan tidak menyimpang dari kebaikan dari norma-norma masyarakat.

Pejabat publik, apalagi setingkat pembantu presiden, tahu bahwa etika merupakan kepatuhan terhadap tata aturan serta norma-norma kebaikan dalam masyarakat. Etika juga diartikan sebagai bersikap dan berbuat untuk kebaikan yang dilandasi oleh watak dan karakter yang juga baik. Apakah pembantu Anda Capres Jokowi, paham etika pejabat publik? Walahualam.

Yth Pak Jokowi- Pak Prabowo,

Masih pada minggu yang sama, sebelum foto mesra Menteri Rini Sumarno dengan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, publik disuguhi ‘’atraksi’’ menggelikan yang dilakukan oleh pembantu Anda Capres Jokowi, di pemerintahan.

Untuk mengumumkan kenaikan BBM, semula saat Anda Capres Jokowi, kampanye berjanji, pengumuman akan Anda lakukan sendiri. Maklum, bagi rakyat Indonesia BBM terkait dengan subsidi uang Negara.

Kali ini, menjelang Anda lengser sebagai presiden RI periode 2014-2019, PT Pertamina mengumumkan harga BBM dalam negeri pada Rabu (10/1/2018) pukul 11.00 WIB.

Saya menerima dirilis laman resmi Pertamina, Rabu (10/10/2018), bahwa PT Pertamina akan menyesuaikan harga BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari itu dan berlaku di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk harga Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik. Kenaikan ini ada pengecualian yaitu untuk daerah terkena bencana alam seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, sementara ini (10/10/2018) harga tidak naik.

Pertamina, salah satu BUMN yang saham terbesarnya dimiliki Kementerian BUMN menyatakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax Series, Dex Series, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus naik. Maklum, saat pengumuman, harga minyak dunia rata-rata menembus harga 80 dolar AS per barel.

Terlepas harga yang diumumkan masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain, akal sehat saya mengatakan, ada ketidak konsistensi antara janji kampanye Anda Capres Jokowi, dengan realita setelah menjabat.

Hal mengejutkan, setelah pengumuman dari Pertamina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. menegaskan, kenaikan Pertamax Series dan Premium akan terjadi pukul 18.00 WIB, Rabu sore kemarin.

Premium dari Rp 6.650 akan menjadi Rp 7.000 hari ini pukul 18.00 WIB. Mengingat, kini Premium tidak ada subsidi. Ini berlaku pembeli premium di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali). naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter.

Sedangkan, untuk harga jual Premium di luar Jawa dan Bali, naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter.

Belum 24 jam, Presiden Joko Widodo (Jokowoi) meminta penundaan kenaikan harga BBM jenis premium. Uniknya, pengumuman dari Presiden ini disampaikan juga oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Rabu (10/10/2018) pukul 18.20 Wita.

Menteri ESDM tidak bisa memastikan penundaan kenaikan BBM. Jonan menunggu arahan Presiden.

Penguman kenaikan harga BBM oleh Pertamina dan berlaku untuk kawasan diluar wilayah bencana, menggambarkan praktik pasar bebas. Akal sehat saya menilai, tata kelola BBM era Anda Capres Jokowi, lebih liberal ketimbang presiden-presiden sebelumnya.


Yth Pak Jokowi- Pak Prabowo,

Sebelum kegaduhan pengumuman rencana kenaikan BBM dan viral foto gandengan Menteri BUMN, publik melihat dari TV dan membaca dari koran tentang polemik beras impor.

Perdebatan impor beras terjadi antara Menteri Perdagangan Enggartiaso Lukita dan Direktur Utama Badan Urusan Logistik Budi Waseso.

Perdebatan yang membuat kegaduhan di media massa ini telah sampai ke telinga Anda presiden Jokowi. Akhirnya, Anda Presiden Jokowi, meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memanggil Buwas dan Enggar.

Akal sehat saya mengatakan, kegaduhan pengumuman harga minyak dan impor beras, secara manajemen, menggambarkan tidak atau kurangnya koordinasi antara pembantu Anda dan Menteri dengan pejebat eselon I di BUMN.

Setiap politisi, akademisi dan publik tahu bahwa presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.

Maklum menteri diangkat oleh presiden hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan eksekutif (bukan kepada kekuasaan legislatif). Mengingat, tugas Menteri sebagai membantu presiden adalah memiliki kewenangan memimpin departemen masing-masing.

Publik mendengar dari Anda saat pengumuman susunan cabinet Anda setelah menang dalam Pilpres 2014 lalu. Pembantu Anda di kementerian semula berasal dari kalangan profesional, usulan partai politik pengusung pasangan Anda JK yaitu PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, dan Partai Hanura. Dan kemudian ditambah PPP, PAN, dan Partai Golkar. Tiga parpol ini yang bergabung ditengah jalan.

Masa kerja semua manteri yang akan membantunya dalam menjalankan amanah rakyat selama lima tahun ke depan. Ada dua kali pergantian menteri (reshuffle cabinet).

Reshuffle cabinetsampai tiga kali ini menunjukkan banyak persoalan yang harus diselesaikan para menteri bersama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla demi kemajuan rakyat Indonesia. Harapan atau ekspektasi rakyat terhadap pemerintahan Jokowi-JK sangat besar. Rakyat menanti perwujudan janji-janji kampanye mereka.

Peran para pembantu presiden sangat besar dalam mewujudkan visi dan misi Jokowi-JK demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam tiga bulan ke depan, paling tidak ada program atau kebijakan dari masing-masing menteri yang bisa langsung dirasakan rakyat (quick win).

Yth Pak Jokowi- Pak Prabowo,

Secara manajemen, Anda capres Jokowi dan menteri-menteri adalah sebuah tim kerja (team Work) Dalam manajemen yang baik, kerja sama dalam tim menjadi salah satu karakteristik dari perusahaan yang memiliki kinerja tinggi.

Nah, mengapa soal impor beras dan pengumuman kenaikan harga BBM, koordinasi tidak dapat terjadi? Pakar manajemen, Blanchar (1986) menyatakan bahwa tim menjadi tulang punggung bagi suatu organisasi (perusahaan). Mengingat tim dapat lebih cepat dan lebih banyak memecahkan suatu masalah yang dihadapi perusahaan dibandingkan dengan apa yang dilakukan secara individual.

Dengan tim, pengalaman saya, memungkinkan perusahaan untuk lebih gesit, lebih fleksibel dan lebih tanggap dalam menghadapi suatu tantangan atau masalah dan persaingan. Apalagi menyangkut sebuah policy.
Saat kuliah magister dulu, dosen saya mengajarkan bahwa teamwork adalah bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Saya menyebut, teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Karena tujuan yang dicapai bukan tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

Nah, Anda Capres Jokowi, adalah ketua um cabinet kerja. Pertanyaannya, sampai ada menteri dan pejabat eselon satu, tidak sinkron membuat kebijakan ini, disebabkan oleh siapa dan bermotif apa?

Kegaduhan dua kementerian diatas, sepertinya Anda Capres Jokowi, kuwalahan menghadapi intervensi pimpinan parpol, kelompok kepentingan atau Anda terlalu sibuk blusukan?

Apakah Anda Capres Jokowi, sebagai pimpinan tim pembantu presiden terlalu lemah menghadapi menteri-menteri yang berasal dari professional dan kader partai politik? Andalah yang bisa menjawab. Kasus impor beras dan pengumuman kenaikan BBM telah menjadi perbincangan publik se nusantara.

Siapa pun yang pernah menjadi pimpinan perusahaan insha Allah tahu bahwa dalam sebuah organisasi (perusahaan) selalu ada pembagian peran kepemimpinan.

Artinya, setiap anggota tim acapkali saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Kinerjanya diukur dari kepemimpinan tim, karena setiap pemimpin biasanya melakukan delegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang nya.

Makanya, fungsi kepemimpinan di dalam tim diperhitungkan dari kompentensi seseorang, bukan berasal dari titel, otoritas dan senioritas.


Semangat tim dalam perusahaan yang saya praktikan sampai sekarang, adalah semua anggota tim wajib mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama pula serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide-idenya. Pendeknya, ksperimen dan kreativitas selalu digiatkan anggota lainnya untuk menolong anggota bersangkutan, Terutama memang ide tersebut logis dan berguna.

Maka itu, adanya kegaduhan dari pembantu Anda Capres Jokowi, Anda perlu berpikir ulang melakukan Reshuffle kabinet jilid empat .

Apalagi bila kegaduhan mengarah pada ketidak percayaan pada pemerintah yang Anda pimpin, lebih-lebih bila menimbulkan konflik atau perpecahan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dan sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Sekarang, sadar atau tidak, publik senusantara telah disuguhi kegaduhan pengumuman kenaikan BBM dan impor beratr serta perilaku Menteri BUMN yang menggandeng mesra bawahannya, Direktur Utama BNI. Subhanalloh. (tatangistiawan@gmail.com,bersambung)