Ketua DPW FPI Banyuwangi, H Agus Iskandar.

SURABAYAPAGI, Banyuwangi- Pernyataan sikap yang disampaikan Front Pembela Islam (FPI) Banyuwangi terkait penolakannya atas pelaksanaan even Gandrung Sewu, mendapat reaksi keras kalangan seniman Banyuwangi. Isi pernyataan sikap sebagai tertuang dalam surat No. 0003/SK/DPW-FPI Banyuwangi/II/1440 Tertanggal 11 Oktober 2018 itu beredar dan langsung viral di media sosial.

Ditemui di tempat tinggalnya, Ketua DPW FPI Banyuwangi, H Agus Iskandar, membenarkan adanya pernyataan sikap tersebut. "Benar, Itu pernyataan sikap kita. Maksudnya adalah, kita mengingatkan agar kita tidak diazab oleh Allah karena mengumbar kemaksiatan seperti itu. Kejadian bencana di Palu, harus menjadi cermin bagi kita warga Banyuwangi," ungkapnya, Kamis (11/10) malam.

Menurutnya, kejadian banjir lumpur di Alasmalang beberapa waktu lalu, harus menjadi pehatian bagi warga Banyuwangi. "Kita hanya mengingatkan. Soal mau diterima atau tidak, ya terserah. Menurut saya, Bupati sebagai pemegang kebijakan, kan bisa mencari yang lain yang lebih santun untuk memajukan Banyuwangi," tandasnya.

Sementara itu, pernyataan sikap yang dirilis FPI Banyuwangi tersebut menjadikan kalangan seniman Banyuwangi meradang dan emosi. Sebagaimana diungkap oleh pegiat seni Banyuwangi, Ansori Ayonk, pernyataan sikap tersebut jelas-jelas membuat seniman emosi. "Kalangan seniman langsung bereaksi. Karena pada dasarnya kesenian Gandrung kan sudah menjadi ciri khas dan identitas kultur masyarakat Banyuwangi. Agar tidak berkelanjutan, Kami siap adu argumentasi dengan FPI tentang masalah ini," tandasnya.bud


Pegiat Seni Banyuwangi, Ansori Ayonk.