Eight Spa di Jl HR Muhammad Surabaya tutup pasca lima cewek WNA diamankan Polda Jatim dan dideportasi.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Setelah pesta seks tukar pasangan (swinger) di Hotel Oval, kini giliran cewek asing yang diduga dipekerjakan sebagai terapis di Eigth Spa diungkap. Ini terungkap setelah Imigrasi Tanjung Perak Kelas I Surabaya, mendapat limpahan kasus dari Polda Jatim. Kini, ke-5 cewek warga negara asing (WNA) itu dideportasi.

Dari informasi yang didapat Surabaya Pagi, Selasa (9/10), ke-5 WNA itu berasal dari Kazakhstan dua orang, Vietnam dua orang dan China satu orang. Mereka diamankan dari Eigth Spa Jalan HR Muhammad, Surabaya. Sumber internal di kepolisian menyebutkan, kelima cewek itu melanggar izin tinggal. Visa yang digunakan kelima wanita asing itu visa kunjungan atau wisata. Tapi, praktiknya malah bekerja di Eight Spa.

"Visanya kunjungan, tapi kok bekerja. Awalnya diamankan Polda Jatim, tapi dilimpahkan ke Imigrasi," jelas sumber yang meminta namanya disebutkan di koran.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto membenarkan pelimpahan kasus dari Polda Jatim tersebut. Namun, pihak Imigrasi hanya menangani izin tinggal yang sudah tidak berlaku. "Jadi gini, kita mendapat pelimpahan kasus tersebut dari Polda Jatim karena ditemukan izin tinggalnya yang sudah tak berlaku. Untuk kerjanya sebagai terapis, kita tidak tahu, karena yang melakukan penangkapan adalah pihak Polda Jatim," tutur Romi, Selasa (9/10/2018).

Namun, lanjut Romi, setelah dilakukan pemeriksaan, para WNA tersebut berkunjung ke Surabaya karena ada pacarnya. Terkait bekerja atau tidak, Romi memastikan tidak tahu secara pasti. Namun pihaknya hanya menindak izin tinggal di Indonesia yang sudah habis masa berlakunya.

"Khanya menindak izin tinggal yang sudah habis. Kalau masalah kerja atau tidak, itu menjadi kewenangan pihak lain. Tapi kelima WNA tersebut kini sudah dideportasi," tutup Romi.

Sementara itu, Kasubdit Renakta Polda Jatim AKBP Festo Ary Permana saat dikonfirmasi Surabaya Pagi melalui HP-nya membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihaknya melakukan pengamanan lima WNA itu dari Eigth Spa. Semula pihaknya menerima laporan adanya tindak cabul atau menggunakan terapis yang masih bawah umur.

"Ternyata ada terapis WNA yang visanya sebagai wisatawan. Kami serahkan ke Imigrasi, karena itu bukan wewenang kami," jelas Festo.

Saat Surabaya Pagi hendak konfirmasi ke manajemen Eigth Spa, ternyata tempat kebugaran ini tidak beroperasi. Di pintu masuk tertulis,”Mohon Maaf Tutup Sementara Ada Renovasi.” Menurut security di sana, sudah dua hari ini dilakukan renovasi. Sedang manajemen tidak ada yang ngantor. n jmi