SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ada-ada saja gaya hidup seksual di kota Surabaya. Setelah praktik seks threesome yang marak, kini terungkap pesta seks tukar pasangan (swinger) yang digelar di Hotel Oval Jalan Diponegoro Surabaya. Saat ini kasusnya dalam proses penyidikan Subdit Remaja Anak dan Wanita (Reknata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, komunitas yang saling menukar pasangan dalam berhubungan intim ini terbongkar, setelah anggota Polda Jatim menggerebek Hotel Oval, Minggu (7/10/2018) malam. “Ditangkapnya tadi malam (Minggu malam, red),” ujar Dirreskrimum Polda Jatim, Kombespol Agung Yudha Wibowo, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Senin (8/10) kemarin.

Namun, Agung belum bisa memaparkan lebih rinci terkait kasus ini, sebab berapa pelaku maupun saksi sedang dimintai keterangan oleh penyidik. “(Kasus) masih di bawah (Subdit Renakta). Tanya anggota saya, kalau (kasus) swinger ini ke pak Kasubdit saja,” lanjut Agung.

Sementara itu, Kasubdit Renakta AKBP Festo Ary Permana ketika diminta konfirmasi mengatakan, masih sedang dalam pemeriksaan sehingga belum waktunya disampaikan ke publik. “Ini kan baru dilakukan penangkapan, masih pemeriksaan. Nanti kalau sudah waktunya akan dirilis,” janji Festo.

Sebelumnya, Polda Jatim melalui Subdit Renakta pada pertengahan bulan April tahun 2018 lalu, pernah melakukan ungkap kasus serupa. Yakni, ‘swinger’ yang dilakukan oleh beberapa pasangan suami istri di sebuah hotel di Malang. Para pelaku swinger beranggotakan 80 orang ini tergabung dalam grup Whatsapp dengan nama Sparkling.

Tak Pantau Tamu

Sementara itu, dari informasi di lapangan, pesta seks nyeleneh ini memilih Hotel Oval lantaran harga yang relatif murah. Dimulai dari harga kamar superior, Hotel Oval menarif Rp 359 ribu untuk semalam. Sedangkam untuk kamar yang paling besar dengan fasilitas ruang tamu, hotel Oval mematok harga Rp 530 ribu untuk menginap semalam. "Harganya dsri 300 ribuan sampai yang paling besar 530 mas," jelas salah satu receptionis Hotel Oval yang enggan menyebutkan namanya.

Ditanya terkait seringnya dibuat ajang pesta seks nyeleneh, receptionis ini mengatakan jika pihak manajemen tidak mengetahui aktivitas para tamu yang memesan kamar. "Kalau soal itu, mungkin karena harganya murah mas. Soalnya biasanya kan satu kamar isi 2 sampai 4 orang mas, kadang ada tamunya yang datang satu persatu kita juga tidak memantau," tambah receptionis tersebut.

Ditanya soal penggerebekan yang dilakukan Polda Jatim pada Minggu malam, receptionis ini membenarkannya. Namun ia tidak tahu pasti apakah terjadi prostitusi swinger atau lainnya. Ia meminta Surabaya Pagi agar langsung menanyakan hal tersebut ke pihak manajemen hotel Oval pada jam kerja. "Info yang minggu malam ya pak, katanya ada penggerebekan tapi saya ndak tau. Coba besok tanya langsung ke Management pak," ujarnya.

Langganan Pesta Seks

Sementara itu, Hadi, salah satu driver taksi online mengatakan sering menjemput tamu yang berpasang-pasangan dari Hotel Oval menuju juanda. Terkadang, Hadi juga pernah mengantarkan sekelompok wanita atau laki-laki yabg keluar dari hotel tersebut. Namun, Hadi tak tau pasti kegiatan apa saja yang dilakukan tamu-tamu tersebut. "Sering mas, kadang pasang-pasangan, kadang laki-laki 4 orang kada wanita 5 orang. Biasanya dari hotel oval menuju ke juanda," kata Hadi.

Terkait maraknya prostitusi di Hotel Oval, Hadi tak mengetahui hal tersebut. Dirinya hanya mengantarkan tamu-tamu yang pesan dari aplikasi taksi online.

Dalam catatan Surabaya Pagi, Hotel Oval sendiri tidak hanya kali ini diketahui menjadi venue pesta seks nyeleneh. Pada 30 April 2017, Hotel Oval digerebek Polrestabes Surabaya karena adanya pesta seks gay. Dalam party ini, polisi mengamankan 14 laki-laki yang sedang lakukan pesta seks di kamar hotel 314 dan 303. Selain itu juga diamankan barang bukti puluhan kondom, tv, enam sepeda motor, dan ditemukan sebilah golok di dalam mobil Mitsubisi Strada Triton L 9651 H milik salah satu peserta pesta gay tersebut

Sebelum ini, Hotel Oval juga menjadi tempat pertemuan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) pada tahun 2010. Saat itu, sempat terjadi kericuhan, karena memancing reaksi sebuah organisasi massa yang mendatangi Hotel Oval untuk membubarkannya.

Di Hotel Oval pula, kasus prostitusi online Keyko terungkap pada 2013 silam. Saat itu, Lani dan Gloria yang merupakan anak buah Keyko ditangkap polisi saat melayani tamunya. Dari keduanya, muncul nama Keyko yang menjadi mucikarinya. Ini merupakan kasus pertama Keyko. Setelah dia bebas, Keyko kembali tertangkap dalam kasus sama. n nt/jmi