Regu paduan suara Gita Bahana Parlementaria berpose sebelum tampil menghibur peserta rapat paripurna DPRD Lamongan. FOTO:IST

Ada saja yang dilakukan oleh bagian sekretariat DPRD Lamongan dalam upaya memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada peserta rapat, saat berlangsungnya sidang paripurna DPRD. Sidang yang biasanya kerap tegang, membosankan dan jenuh bahkan mengantuk, sedikit banyak belakangan berkurang, seiring adanya penampilan regu paduan suara dari pegawai sekretariat dewan menyanyikan berbagai lagu kedaerahan hingga lagu nasionalisme.

MUHAJIRIN KASRUN, Lamongan

Rapat paripurna DPRD Lamongan dua kali pertemuan ini suasananya menjadi beda dengan rapat-rapat paripurna sebelumnya. Rapat kali ini suasananya menjadi gerr, cair, santai bahkan menjadi riang bergembira seiring dengan penampilan nanyian paduan suara Gita Bahana Parlementaria dari para staf dan karyawan bagian Sekretariat Dewan.

Group paduan suara yang baru hitungan hari dibentuk ini, sudah menjadi kecanduan para politisi dewan Lamongan saat mengikuti rapat paripurna. Karena nyanyian dan lagu yang dibawahkan adalah lagu-lagu kedaerahan dan bisa kembali membangkitkan rasa nasionalisme sebagai anak bangsa.


Suasana rapat paripurna DPRD Lamongan yang mendapatkan suguhan hiburan dari regu paduan suara sebelum rapat dimulai. FOTO:IST


"Enak dengernya kalau lagu yang demikian ini, kita kembali diingatkan kalau negara kita kaya akan lagu daerah yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme yang belakangan mulai pudar, apalagi dibawahkan dengan kombinasi gerakan lambean tangan yang rancang dan kompak," kata Fredy Wahyudi Ketua Fraksi PKB Senin (8/10/2018).

Sekretaris dewan (Sekwan) Aris Wibawa menyebutkan, regu paduan suara ini tampil setelah rombongan pimpinan DPRD beserta bupati dan undangan masuk ke ruangan paripurna. Sesaat para pimpinan dan bupati serta Forkopimda duduk, regu paduan suara ini langsung menghibur peserta rapat.

"Paduan suara ini tampil sebelum menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dikumandangkan sebelum rapat paripurna dimulai, ya penampilan paduan suara ini bisa dikatakan sebagai nyayian selamat datang bagi peserta rapat," kata Aris menambahkan.

Disebutkan oleh Aris, lagu yang ditampilkan juga tidak sembarang lagu. Lagu yang ditampilkan murni lagu kedaerahan yang bisa menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerahnya dan negaranya. Mulai dari Wingko Babat Asli Lamongan, Rek Ayo Rek, Sinagara Tulo, Sajojo, Pong Ga Lepong, Ampar-ampar Pisang, Kicir-kicir dan Manuk Dadali ditampilkan menambah suasana menjadi riang gembira, dengan lengak lengok ayunan tangan dan senyum sepajang penampilan, menambah semangat peserta rapat.

Masih menurut Aris, membuat inovasi seperti ini dilakukan lebih karena ia ingin suasana rapat anggota dewan terhormat ini tidak monoton, dan terkesan lebih nyaman, rileks dan menjadikan suasana riang gembira. "Alhamdulillah adanya regu paduan suara ini direspon positif oleh peserta rapat paripurna," ujarnya.

Apalagi lagu yang dibawahkan semuanya adalah lagu kedaerah, sebagai pembangkit kembali rasa nasionalisme. "Rasa nasionalisme sebagai sesama anak bangsa mulai pudar, saya berharap dengan sering dibawahkan lagu kedaerahan oleh paduan suara ini bisa kembali membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan akan daerahnya," harapnya.

Tidak sedikit dari peserta rapat yang terdiri dari Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, Camat hingga undangan stakeholder mengabadikan penampikan paduan suara Gita Bahana Parlementaria tersebut, karena menggangap moment seperti ini jarang ditemukan bahkan mungkin belum ada.

Bahkan karena dianggap langka tersebut, sampai ada yang mengunggah video paduan suara sekretariat dewan itu ke media sosial Facebook hingga viral dan mengundang respon positif dari para nitizen. Seperti yang dilakukan oleh Camat Maduran Harwah. Diakun facebooknya miliknya itu banyak yang menglike video tersebut dan mengomentarinya.