Anggota komisi C Retno saat menanyakan terkait penerapan TPE ke Dinas Perhubungan Balikpapan. FOTO: SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengoperasikan alat parkir meter atau Terminal Parkir Elektronik (TPE), untuk mempermudah pembayaran parkir liar, dan mengurangi kecurangan parkir tepi jalan, sudah waktunya diterapkan di Lamongan, selain bisa menekan kebocoran parkir juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan oleh Siti Maskamah ketua Komisi C DPRD Lamongan, usai mendapatkan informasi penerapan TPE dalam kunjungan kerjanya di Kota Balikpapan Kalimantan Timur belum lama ini.

Selain itu lanjut Maskamah panggilan akrab Siti Maskamah, seperti yang disampaikan oleh Sudirman Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, selain penerapan TPE, Pemerintah juga memiliki gedung parkir untuk menampung parkir yang ada disekitar ruko/pertokoan.

Dijelaskan olehnya, bahwa terdapat zona parkir, dimana antara zona satu dan zona lain memiliki tarif yang berbeda. "Untuk zona yang lebih padat lalu lintas Dinas Perhubungan memasang tarif yang lebih tinggi dari zona yang lenggang,"ujarnya.

Dari beberapa inovasi tersebut PAD Kota Balikpapan Meningkat drastis setelah penataan sistem parkir yang semula 5 Milyar menjadi 6 Milyar, yang diterapkan sejak tahun 2017 lalu. "Ilmu yang diperoleh dari Kota Balikpapan ini semoga dapat diterapkan di Kabupaten Lamongan, agar penataan parkir yang tepat dan sesuai, selain itu juga mampu meningkatkan PAD, menginggat Parkir bisa menjadi penyumbang PAD yang tinggi bagi Kabupaten Lamongan," ujar Retno Wardhani Anggota Komisi C Politisi F. Demokrat.

Kunker yang diikuti sebanyak 12 orang yang dipimpin oleh Siti Maskamah Mursyid ketua komisi C DPRD kabupaten Lamongan tersebut, diterima langsung oleh Sudirman Kepala Dinas Perhubungan beserta jajarannya. jir