Pembalap sepeda nasional, Hari Fitrianto

SURABAYAPAGI.com - Mimpi pembalap sepeda nasional, Hari Fitrianto, berlaga di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, musnah. Itu setelah Hari mengalami kecelakaan parah saat melintasi Tanjakan Si Emen, Subang, 5 Juli 2018 lalu.

Tabrakan tersebut membuat Hari mengalami cedera parah. Dari pemeriksaan MRI, Hari dipastikan tak bisa pulih 100 persen.

Pembalap asal Probolinggo itu mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian mata sebelah kiri. Akibatnya, pandangan Hari kabur.

Empat tulang belakang Hari juga retak. Demi beraktivitas, Hari pun harus memakai alat bantu.

"Tidak boleh merunduk dulu. Katanya dokter tiga bulan, itu pun tidak belum pasti. Kondisinya bisa pulih tidak seratus persen," ujar istri Hari, Dahlina.

Sampai sekarang, Dahlina juga tak tahu apakah suaminya bisa kembali ke arena balap sepeda, yang jadi pekerjaan utama. "Dia tak bisa melanjutkan lagi kontrak di klubnya," terang Dahlina.

Terkait penyelesaian kasus ini, Dahlina mengaku ingin menempuh jalur hukum. Sempat ada upaya dari pelaku, yang disebutkan Dahlina merupakan oknum polisi, untuk berdamai.

Bahkan, Dahlina menyatakan oknum tersebut sempat menyodorkan uang damai kepada keluarganya.

"Saya lupa pangkatnya, tapi anggota polisi. Kasusnya sekarang ditangani Polres Subang. Saya tidak tahu hukum dan sekarang tidak mengikuti proses, saya cuma minta di usut tuntas. Saat menyebut nominal uang, kami tak mau. Biarkan hukum yang bicara. Mimpi suami saya bela negara di Asian Games sudah hancur," kata Dahlina.