Irwandi Yusuf

SURABAYAPAGI.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah membekukan rekening para tersangka kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), termasuk milik gubernur nonaktif, Irwandi Yusuf.

Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, rekening mereka dibekukan karena diduga terkait dengan kasus yang saat ini tengah disidik oleh lembaga anti rasuah.

Selain membekukan rekening milik empat orang tersangka, KPK juga melakukan hal serupa untuk satu saksi yang dicegah ke luar negeri. Siapa kah itu? Untuk hal ini Febri enggan membukanya. Namun, kuat dugaan rekening itu milik model Steffy Burase, lantaran ia menjadi panitia penyelenggara kegiatan Aceh International Marathon 2018.

Irwandi diketahui meminta jatah Rp1,5 miliar ke bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi. Namun, yang baru terealisasi yakni Rp500 juta. Nah, dana tersebut diduga ikut mengalir untuk membiayai acara berskala internasional tersebut yang baru diselenggarakan perdana di Sabang.

Lalu, apa lagi perkembangan dari kasus ini?

1. KPK akan memeriksa empat saksi yang dicegah ke luar negeri termasuk Steffy pada Rabu esok

Sementara, penyidik mulai akan memeriksa Steffy dan tiga saksi lainnya yang dicegah ke luar negeri mulai Rabu (18/7). Penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada Steffy dan tiga orang lainnya yakni Nizarli (Kepala Unit Layanan Pengadaan/ULP Aceh), Rizal Aswandi (mantan Kadis PU Aceh) dan Teuku Fadhilatul Amri.

Febri Diansyah mengatakan agar para saksi datang memenuhi panggilan dari penyidik tersebut.

"Kami juga berharap agar para saksi berbicara jujur mengenai apa yang ia lihat dan ketahui," kata Febri melalui keterangan tertulis pada Selasa (17/7).

2. Steffy akan ditanyai mengenai aliran dana ke Irwandi Yusuf

Febri mengatakan salah satu hal yang akan ditanyai ke para saksi yaitu soal adanya aliran dana ke Irwandi. Steffy diduga mengetahui hal itu, karena terlibat sebagai panitia Aceh International Marathon 2018.

"Aliran dana juga menjadi perhatian KPK, termasuk salah satu informasi aliran dana pada pihak tertentu yang akan kami klarifikasi pada saksi yang dicegah ke luar negeri," ujar Febri dalam keterangan tertulis pada (9/7) lalu.

Namun, model asal Manado itu pun mengaku bingung, mengapa KPK harus meminta keterangan ke dia.

Seperti dikutip media lokal, Modus Aceh, Steffy mengaku selama ini hanya bertugas membantu Aceh dalam branding dan promotion. Ia memang terlibat dalam Aceh International Marathon 2018. Tapi bukan sebagai event organizer (EO), melainkan sebagai tenaga ahli dan mengurus event.

"Saya tidak pernah terlibat tender proyek dan gak mengerti caranya. Belum pernah juga ikut tender seumur hidup saya," kata Steffy melalui pesan pendek WhatsApp pada Sabtu kemarin.

Ia mengaku gak tahu dan gak mengurusi tender, kapan tender dilakukan serta siapa aja perusahaan yang terlibat.

"Yang saya tahu, siapa pun pemenangnya, maka nanti akan membayar ke pihak vendor. Saya gak pernah bermain lelang proyek, apalagi perusahaan saya terhitung perusahaan baru. Sama sekali gak memenuhi syarat dan tidak ada keinginan juga ke arah sana," ujarnya lagi.

Ia mengaku hanya terlibat sebagai tenaga ahli dalam kegiatan Aceh International Marathon 2018. Perkara ada uang dari DOKA yang mengalir ke kegiatan internasional tersebut, ia mengaku gak tahu.

"Semua hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, maka diurus langsung oleh pihak-pihak terkait semacam Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh dan BPKS," kata dia.

3. Beberapa sandi komunikasi terungkap untuk menyembunyikan transaksi mencurigakan

Selain itu, penyidik KPK berhasil mengungkap beberapa sandi komunikasi yang diperoleh dari hasil penyadapan terhadap telekomunikasi beberapa tersangka. Beberapa kalimat mencurigakan yang diduga digunakan sebagai sandi yakni "1 meter", "kewajiban", dan "kalian hati-hati, beli HP nomor lain"

Kepada IDN Times, Febri mengatakan belum bisa menjelaskan secara detail makna dari kalimat tersebut.

"Belum bisa kami sampaikan secara lebih rinci, itu merupakan komunikasi pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini," kata Febri.

Namun kalimat seperti "kalian hati-hati, beli HP nomor lain" muncul diduga karena ada kepentingan yang sedang dibicarakan sehingga khawatir diketahui oleh penegak hukum. Sementara, istilah "1 meter" merujuk kepada nominal tertentu dalam bentuk nominal rupiah.