Khofifah Indar Parawansa mengajak Agus Harimurti Yudhoyono untuk berswafoto saat berkunjung di kediaman Khofifah di Jemursari, Minggu (1/7/2018). Foto: SP/Julian Dona

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Meski sempat ditunda pada Pilkada Jatim, 27 Juni lalu, pemilihan suara TPS 49 Manukan Kulon, Tandes Surabaya telah dinyatakan selesai. Hal itu setelah KPU dan perangkat pemilu ditingkat provinsi hingga kota melakukan proses pemilihan suara ulang pada Minggu (1/7/2018) pagi kemarin. Dalam pemilihan suara ulang itu, pasangan Khofifah - Emil tetap menang telak dari pasangan Gus Ipul - Puti.

Dari 381 DPT (daftar pemilih tetap) yang ada, tercatat hanya sebanyak 212 orang saya menggunakan hak pilihnya, hal tersebut menurun jika dibandingkan pemilihan pertama pada 27 Juni 2018 kemarin dengan jumlah pemilih 275 orang. Dari 212 pemilih itu, tercatat 135 suara untuk paslon Khofifah-Emil dan 72 suara untuk paslon Gus Ipul-Puti. Sedangkan suara yang dinyatakan tidak sah sebanyak 5 suara.

Ketua KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) TPS 49, Puji Herwanto mengatakan, pemilihan suara ulang ini dilakulan lantaran adanya kesalahan dalam pemilihan di hari sebelumnya.

"Karena adanya dua pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain,jadi daei pusat menginstruksikan untuk melakukan pemilihan ulang, dan saat ini berjalan lancar," ujar Puji yang menggantikan Sentot sebagai ketua KPPS di TPS 49.

Sedot Perhatian

Pelaksanaan coblos ulang di TPS 49 menyedot perhatian banyak pihak. Tidak hanya dari kalangan warga maupun kelompok atau organisasi masyarakat setempat yang menyaksikan coblos ulang, melainkan juga dari kalangan penyelenggaran pilkada dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya.

Diketahui ada tiga komisioner KPU Surabaya yang memantau coblos ulang di TPS 49, yakni Purnomo Satriyo Pringgodigdo, Nurul Amalia dan Gufron. Sedangkan untuk anggota Panwaslu Surabaya lengkap, yakni Ketua Panwaslu Surabaya Hadri Margo dan dua anggota Panwaslu Lily Yunis sert Novli Tysssen.

Dikawal Pimpinan Partai

Bahkan, sejumlah pucuk pengurus partai politik di Surabaya yang juga bagian dari tim sukses dari pasangan Cagub-Cawagub nomor 1 Khofifah-Emil yakni Ketua DPC Partai Demokrat Ratih Retnowati, Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya Dedy Prasetiyo dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Surabaya Junaedi turut menjadi saksi di TPS 49.

Tidak lupa juga, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna, Ketua Bappilu Partai Hanura Aries Sukoyono dan sejumlah tim relawan pemenangan Khofifah-Emil lainnya. Selain itu, hadir pula pengurus teras dari partai politik pengusung Cagub-Cawagub Jatim nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti yakni Wakil Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Sukadar.

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia mengatakan secara umum pelaksanaan coblos ulang di TPS 49 berjalan lancar tanpa ada kendala dan masyarakat juga tidak merasa diberatkan dengan adanya coblos ulang. "Mereka datang dengan wajah gembira yang datang, meskipun ada beberapa ada yang gara-gara ini perhitungan suara di Surabaya jadi terhambat, ada juga yang merasa kotanya tercoreng gara-gara ini," katanya.

Sementara itu, saksi dari pasangan calon nomor 1, Junaedi mengatakan bahwa kemenangan Khofifah-Emil di coblos ulang merupakan kerja sama partai pendukung bersama elemen yang bekerja keras memenangkan pasangan nomor 1. "Kami bersyukur juga karena coblos ulang di TPS 49 berjalan lancar dan Khofifah-Emil unggul," katanya.

AHY Pantau Langsung

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut sukses Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018 menjadi bahan evaluasi menuju Pilpres 2019.

"Saya tentunya melihat, Jatim ini kisah sukses dalam Pilkada 2018. Sebenarnya kalau dikalkulasi jumlah konstituen partai politik pengusung Ibu Khofifah dan Mas Emil itu sekitar 42 persen," kata AHY usai bersilaturahmi di kediaman Khofifah, Jalan Jemursari, Surabaya, Minggu (1/7).

Sedangkan jumlah perolehan yang didata KPU (Komisi Pemilihan Umum) sampai hari ini, Khofifah-Emil memperoleh suara lebih dari 53 persen. "Artinya ada peningkatan jumlah konstituen."

AHY yakin ada suara Khofifah dan Emil yang berasal dari pendukung paslon lainnya. "Dapat mengkonversi jumlah konstituen partai politik pengusung, tetapi Ada pergeseran sekitar 11 persen dari pasangan nomor dua ke pasangan nomor urut satu. Nah 11 persen ini ada peningkatan," tegasnya. Menurutnya, kemenangan Khofifah-Emil ini menjadi pelajaran berharga dalam kontestasi politik ke depan.

Peran Pakde Karwo

AHY juga mengapresiasi peran Pakde Karwo sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat yang sukses memenangkan pilkada di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk pemilihan gubernur. Untuk diketahui, Calon Gubernur Jawa Timur yang diusung oleh Partai Demokrat, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak untuk saat ini dinyatakan sebagai pemenang dalam versi hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurutnya, kemenangan Khofifah dan Emil, tak lepas dari peranan Pakdhe karwo. ”Pakde Karwo juga memegang peranan penting dalam mengawal pemenangan Ibu Khofifah dan Mas Emil. Termasuk, di pilkada serentak di sejumlah daerah kabupaten maupun kota,” kata putra sulung Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Hal positif ini pula yang membuat pihaknya menjadikan Jawa Timur sebagai daerah pertama yang ia kunjungi pasca penyelenggaraan pemungutan suara, Rabu (27/6/2018) silam. Bukan hanya kali ini saja, menurut mantan Calon Gubernur DKI Jakarta ini, elit DPP Demokrat juga giat turun di Jawa Timur sejak masa kampanye lalu.

”Provinsi Jawa Timur sangat penting. Sehingga, bukan hanya ini saja. Mulai saya, Pak SBY, anggota legislatif, hingga seluruh kader kami terjunkan mengawal pemenangan bersama seluruh DPD Jatim. Bahkan, hingga akhir masa kampanye,” kata AHY. fir/qin