Catatan Hukum oleh Dr. H. Tatang Istiawan (Wartawan Senior Harian Surabaya Pagi)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran: 104)

Sdr Budi Santoso, Klemens, Aris, Sugiarto dan Pendeta Roni Suwono,

Idul Fitri baru dirayakan minggu yang lalu. Ini artinya, minggu ini masih syawal. Tak ada salahnya, saya mengucapkan Minal Aidzin Wal Waidzin, Maaf lahir dan batin kepada Anda semua.

Saya perlu minta maaf kepada Anda, karena telah menyelinap atau menyusup ke manajemen Sipoa yang Anda miliki dan kelola.

Setelah satu tahun “bersama” Anda, saya baru mengetahui dugaan kecurangan dalam manajemen Sipoa. Sebagai manusia bertaqwa saya diajarkan oleh Allah untuk mengingatkan Anda, agar memperbaiki organisasi Sipoa.

Selama ini, Anda mempublikasi ke publik bahwa Sipoa itu perusahaan holding. Tapi setelah saya melakukan investigasi, baik memeriksa legalitas perusahaan maupun laporan keuangan Sipoa, ditemukan perusahaan yang Anda rintis itu bukan grup perusahaan (holding).

Saya heran, mengapa Anda publish, Sipoa itu seolah-olah grup properti. Setelah melalui diskusi dengan Anda, terkesan Anda sepertinya tidak paham esensi holding menurut hukum, bisnis dan keuangan. (Tentang Sipoa Anda promosikan sebagai perusahaan grup atau holding akan saya tulis seri berikutnya).

Sdr Budi Santoso, Klemens, Aris, Sugiarto dan Pendeta Roni Suwono,

Jujur, baru pada bulan ke tujuh saya melakukan penyamaran di Sipoa, saya merekomendasi pada Anda, untuk kebaikan ke depan. Rekomendasi ini agar Sipoa segera melakukan Rekayasa ulang bisnis (Business process re-engineering). Tujuannya agar perusahaan Sipoa ramping, aset-aset perusahaan teridentifikasi secara jelas dan perusahaan fokus pada core business yaitudeveloper yang credible, bukan semata mengkulak tanah rawah dan tanah pegunungan. ( saya akan tulis temuan praktik spekulasi tanah).

Dengan mewujudkan developer yang terpercaya, Anda saya harapkan segera membangun Apartemen Royal Afatar World (RAW). Mengingat jumlah uang yang masuk ke PT Bumi Samudra Jedine, sampai bulan September 2017, menurut Sdri Niken (Koordinator kastemer service), tercatat Rp 225 miliar.

Ternyata sampai akhir Desember 2017, Anda mengabaikan rekomendasi atau usulan saya untuk melakukan rekayasa ulang bisnis Sipoa. Alasannya, Anda masih cari investor untuk membangun proyek Apartemen RAW. Padahal tahun lalu, Anda gagal meneruskan MoU dengan satu perusahaan BUMN.Penilaian saya dengan teman, Anda berkelit menghindar tanggungjawab pada kastemer RAW.

Terkait ini, Anda malah menyuruh tim lawyer perusahaan Anda untuk memainkan konsep buying time melalui lobi ke kastemer. Goalnya, agar kastemer tidak marah, apalagi menarik dananya. Kastemer And iming-imingi bisa pindah lokasi Tambakoso (jauh dari pusat keramian) atau kompensasi TV dan AC gratis. Pola itu menurut saya strategi bisnis buying time alias mengolor-olor waktu pembangunan Apartemen atau mengembalikan dana kastemer.

Jujur, sejak itu, saya mulai menangkap gelagat kurang baik dari Anda sebagai penanggungjawab manajemen Sipoa. Akhirnya, saya bertanya ke bagian keuangan dan operasional, ternyata Anda tidak pernah menjelaskan kemana sebenarnya uang sebesarRp 225 miliar.

Sikap dan perilaku Anda seperti ini tidak hanya menggugah saya untuk menegur. Pegawai Anda di bagian keuangan, kastemer servive dan proyek, juga menggunjingkan.

Sebagai manusia yang taat pada ajaran Alloh, melihat tidak ada niat baik dari Anda, saya mengajukan mundur. Pengajuan mundur ini diilhami surat Al Anfaal : ‘Dan peliharalah diri kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian, dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal [8]: 25)

Menurut Imam Ibn Katsir (w. 774 H), ayat ini merupakan peringatan dari Allah ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang fitnah, yaitu ujian dan bencana, yang tidak hanya dikhususkan bagi ahli maksiat dan pelaku dosa saja, namun berlaku umum, terhadap orang yang melakukan kemaksiatan.

Saya memahami bahwa orang yang tahu kejahatan tetapi tidak mencegah, bisa dianggap turut melakukan perbuatan dosa.

Sdr Budi Santoso, Klemens, Aris, Sugiarto dan Pendeta Roni Suwono,

Sejak Agustus 2017, saya sudah diskusi dengan beberapa teman di Sipoa, ada apa Anda yang aktivis gereja dan mualaf (malah mengajak saya berumroh), melakukan kecurangan terhadap kastemer dan relasi.

Saya berpikir, sepertinya Anda belum mempraktikkan keseimbangan yaitu mengajak pada kebajikan (amar ma’ruf), tetapi juga mencegah kemungkaran (nahi munkar).

Menurut Ensiklopedia Islam Indonesia (1992), amar ma’ruf nahi munkar diartikan sebagai “suruhan untuk berbuat baik serta mencegah perbuatan jahat”. Istilah ini sebagai satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam skandal Sipoa, saya lebih mengedepankan semangat untuk mencegah kemungkaran, daripada mengajak kebaikan. Mengapa? urusan kebaikan yang Anda lakukan terkesan semu atau basa-basi.

Misal, filosofi ‘Sipoa’’ yang Anda artikan ‘’Sistem Investasi Property Orang Awam.’’ Ternyata dalam praktik, orang awam tidak Anda didik untuk berinvestasi secara baik dan benar. Ternyata, dana orang awam itu Anda putarkan, sehingga orang awam itu protes dan membentuk paguyuban. Gerakan orang awam ini yang memunculkan demo tiada henti. Ini yang menyebabkan Polda Jatim terpanggil untuk menampung aspirasi orang awam. Akhirnya, dari Anda berlima, baru Budi dan Klemens, yang sudah menikmati pengapnya ruang tahanan Polda Jatim.

Nah, investigasi saya sejak akhir 2016 sampai Desember 2017, menimbulkan ekses. Pengacara Anda, Sabron Pasaribu menanyakan kegiatan saya berumroh dengan Klemens. Setelah saya jelaskan, Sabron, terdiam. Terutama saat saya tekankan sikap saya membongkar kemungkaran bos-bos Sipoa, sebagaibagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

Dua hal ini sudah saya ingatkan jauh-jauh sebelum saya mengundurkan diri dari Sipoa (setelah menggali informasi dan data menggunakan metode under cover). Kebaikan (amar ma’ruf” sudah saya sampaikan dalam rapat di Novotel Hotel, Agustus 2017. Sayang, anjuran kebaikan orgtanisasi dan manajemen diabaikan. Saya geleng-geleng kepala dan bertanya ‘’ohhh ada apa, dengan data yang dibeberkan Niken, bos Sipoa tak mau berempati terhadap kastemer RAW?’

Anjuran saya ini mengacu pada perintah Allah dalam surat Al Imran: ‘’Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Ali Imran: 104)

Guru spiritual saya menyebut ayat ini menafsirkan al amiruna bil ma’ruf, wa a-nahuna ‘ani al-munkar = orang-orang yang mengajak kepada keimanan dengan segala akibatnya, dan orang-orang yang mencegah dari kemusyrikan dengan segala akibatnya.

Jadi pertanyaan advokat Sabron, rekan yang saya kenal sejak tahun 1978an, adalah sebuah risiko yang ditimbul akibat mencegah kemungkaran. Berbeda saat pertengahan 2017 sayamengajak Anda semua pada kebaikan (amar ma’ruf). Inilah keberanian saya dalam melakukan nahi munkar, melalui investigasi reporting.

Sdr Budi Santoso, Klemens, Aris, Sugiarto dan Pendeta Roni Suwono,

Anda perlu tahu bahwa sebuah reportase investigasi yang dirancang matang bisa mencapai cakupan yang lebih luas. Sekaligus dapat menjangkau pelaporan tafsiran mendalam (interpreative in-depth reporting). Pelaporan tafsiran mendalam Sipoa seperti saya tulis saat ini pernah saya lakukan dalam skandal pendeta gereja Bethany dan menjadi buku best seller saya yang pertama.

Maklum, saya berpengalaman melakukan praktik investigasi reporting telah saya lakukan sejak tahun 1980. Saat itu (masih HIR, belum KUHAP) saya diajari melakukan teknik penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa criminal.

Guru saya adalah Kasatreskrim Polwiltabes Letkol Ashar (kini aktif di Granat), Direktur Intelpam, Kol. Koesparmono Irsan, (yang pernah menjadi Kapolda Jatim dan terakhir Deputy operasional Kapolri). Pemahaman saya, investigasi reporting itu hampir sama dengan pengungkapan kejahatan oleh Polri.

Bagi saya, investigasi reporting yang dirancang matang tak ubahnya seperti memberikan atribut penyelidikan, keingin-tahuan dan misi tertentu yang nuansanya melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Dan sejak saya masih menjadi wartawan kepolisian dan kejaksaan, tugas investigasi reporting saya lakukan terkait dengan hal-hal yang memalukan. Skandal Sipoa yang telah disoroti oleh publik sejak November 2017 termasuk hal yang memalukan dan bisa mencoreng perusahaan property.

Dalam skandal Sipoa, saya mendapatkan bahan bahwa Andamengaku punya mimpi ingin membangun perusahaan developer properti di Indonesia, khususnya dari Surabaya yang fantastik.Sayang Anda, tidak mengawali dengan modal investasi dan modal kerja yang signifikan dengan impian laba fantastik.

Semula saya memperkirakan Anda hanya ingin menjadi developer kelas menengah bawah, seperti tahun 2006. Bahkan Aris Birawa, mengakui, tidak menyangka Sipoa bisa menjadi pengembang- perumahan besar di Surabaya. Padahal, Sipoa, belum cukup dikenal di kalangan pengusaha property, pengurus REI maupun agen property di Surabaya.

Padahal, pengembang papan atas yang saya kenal dekat seperti Pakuwon, Ciputra dan Sinar Galaxy, membutuhkan waktu yanglama, baru diakui oleh publik sebagai Developer Properti credible dan bonafide. Sementara Anda, dalam hitungan 3-4 tahun, sudah membangun sedikitnya 22 perusahaan property di Surabaya, Sidoarjo dan Bali, dengan klaim punya asset tanah seluas 300 ha.

Saya mendapati data bahwa Anda membangun periuk Sipoa Grup diduga kuat tanpa dana memadai. Dengan modal pas-pasan, Anda menyusun strategi bisnis berfilosofi Sipoa. FilosofiSipoa adalah ‘’perusahaan property yang mengajak orang awamberinvestasi di bidang properti’’. Dengan filosofi ini Anda mengiming-imingi publik untuk menarik uangnya.

Publik terdiri rekanan, relasi, pemilik tanah sampai kastemer. Bahkan Roni pernah menawarkan pejabat dan pengusaha kenalan saya untuk masuk ke Sipoa, dengan bunga menggiurkan.

Saya yang tahu Anda tak bermodal cukup, praktiknya mencari pemegang duit untuk memodali mimpi Anda. Mimpi membangun property di Surabaya dan Bali berkonsep Aoartemen murah. Rayuan investasi yang Anda lakukan member iming-iming bunga (lisik orang China bilang) yang menggiurkan. Selain apartemen murah berfasilitas funiture lengkap.

Filosofi ini terkesan sebagai pancingan atau pembuka jalanAnda merayu kastemer dan relasi. Mimpi Anda yang inginmemetik keuntungan berlipat tanpa mengikuti jejak pengembang sebelumnya yang tertatih-tatih bertahun-tahun. Ironis sebelum mimpi Anda terwujud, Polda Jatim menciduk Anda dan mencebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Negara.(tatangistiawan@gmai.com, bersambung)