SURABAYAPAGI.com, Madiun - Perum Bulog Sub Divre IV Madiun memiliki kebijakan baru agar dapat menyerap pengadaan beras. Kebijakan baru ini adalah siap membeli gabah petani dengan harga 20 persen di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

"Kebetulan harga gabah di petani kemarin masih tinggi, akhirnya pihak Bulog pusat di Jakarta ada kebijakan baru, yakni Bulog bisa membeli gabah petani 20 persen di atas harga sesuai Inpres," jelas Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun, Heriswan, Jumat (16/3/2018).

Sesuai Inpres, harga gabah di Bulog untuk penyerapan beras adalah Rp 3.700/kg. Namun untuk kelonggaran pembelian gabah seharga 20 persen di atas Inpres yakni Rp 4.440/kg untuk Harga Kering Panen (HKP) dengan kadar air 14 persen. Sedangkan Harga Kering Giling (HKG) gabah dari harga Rp 4.650 menjadi Rp 5.580.

"Alhamdulilah ada kebijakan harga pembelian gabah di tingkat petani 20 persen di atas harga Inpres, dari Rp 3.700/kg menjadi Rp 4.440 dengan kadar air 14 persen. Untuk harga Gabah Kering Giling dari harga Rp 4.650 menjadi Rp 5.580," tuturnya.

Saat ini, lanjut Heriswan, dengan harga gabah di atas kebijakan Inpres 20 persen, sebagian petani sudah menjual ke mitra Bulog Sub Divre IV Madiun. Dengan cara tersebut, Heriswan mengaku hasil penyerapannya telah mencapai 900 ton.

"Alhamdulilah kita sudah dapat 900 ton. Kalau kemarin belum dapat karena petani belum paham ada kebijakan pembelian harga di atas 20 persen dari Inpres itu," jelasnya.

Saat ini target penyerapan beras Bulog Sub Divre IV Madiun di tahun 2018 mencapai 38.900 ton. Dengan asumsi jumlah tersebut maka diperlukan pembelian gabah petani mencapai 77.800 ton gabah. Bulog Sub Divre IV Madiun di tahun 2018 optimis bisa melakukan penyerapan di atas target 120 persen.

Beras hasil penyerapan tersimpan di tiga gudang, yaitu di gudang Keniten Kecamatan Geneng Ngawi, gudang Jerukgulung Kecamatan Balerejo Madiun dan gudang Nambangan Kota Madiun. (dtk/02)