Bendung Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Bendung Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kembali ramai diperbincangkan kalangan masyarakat daerah setempat. Pasalnya, mega proyek yang dibangun sejak tahun 2011 hingga 2016 ini, kini berperan ganda selain digunakan sebagai pengairan areal persawahan juga dimanfaatkan pasangan muda-mudi berbuat mesum.

Kabar lokasi ini ditempat pasangan kaum adam dan kaum hawa bercinta pada malam hari, tidak kali ini saja. Sebelumnya, juga sudah pernah diberitakan sejumlah media massa, terkait hal ini. Namun, ada yang lebih menarik dibalik peran keberadaan pasangan bukan mukrim memadu kasih sayang di lokasi BGS tersebut.

Bagaimana tidak, yang datang membawa pasangannya di tempat itu, ternyata bukan hanya dari kalangan muda-mudi. Pasangan yang sudah dewasa pun juga kerap memanfaatkan tempat ini untuk bercinta. Bahkan, ada diantaranya yang tidak segan-segan meminjam warung warga untuk sekedar di tempati menyalurkan hasratnya.

Seorang ibu rumah tangga yang tingga di sekitar BGS yang tidak bersedia menyebut namanya, menuturkan bahwa BGS ini ramai dikunjungi pasangan muda-mudi pada saat malam liburan seperti di libur panjang Imlek lalu.

Ketika ditanya kedatangan mereka di lokasi tersebut, ia mengaku tidak mengetahui pasti. Terlebih, di lokasi ini tidak ada acara apapun. Namun ia melihat, ketika mereka masuk di area bendungan, para pasangan ini masing-masing mencari lokasi gelap bersama pasangannya.

“Tempo hari, saat malam liburan Imlek juga ada beberapa orang dewasa, ya usianya sekitar 40-han, bersama pasangan laki-lakinya. Saya tidak tahu apakah suaminya atau siapanya. Tapi ya, itulah macam-macam dunia ini,” ujarnya di komplek BGS, Selasa pagi (20/2/2018).

Selain di BGS, sejumlah taman-taman kota juga ditengarai dimanfaatkan muda-mudi bersama pasangan berduaan. Lihat saja di Taman Prambangan. Taman yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk, juga kerap dimanfaatkan pasangan lain mukhrim.

Menurut Delvian (38), warga Bunder, Gresik, minimnya penerangan di taman-taman kota ini menjadi strategis bagi pasangan muda-mudi untuk memanfaatkan bersama pasangannya. Terlebih, petugas Satpol PP setempat, jarang menyentuh lokasi-lokasi tersebut untuk patroli. Terutama pada jam-jam rawan seperti jam magrib, jam 23.00 malam dan dini hari.

“Jujur, saya pernah lewat di Taman Prambangan ini sekitar pukul 02.00 dini hari secara tak sengaja memergoki spesang kekasih sedang berduan sambil bermesraan. Karena saya lihat usianya lebih tua dari saya akhirnya, saya cepat-cepat pergi,” jelasnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (20/2/2018). Mis