Ilustrasi.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menunjukkan jika sebanyak delapan ruas jalan tol ditargetkan bakal dilelang pada tahun ini.

Delapan ruas tol yang akan dilelang itu adalah ruas Semarang-Demak, Jembatan Suramadu (lelang operator dan pemeliharaan), Jalan Tol Lingkar Timur Surabaya, Semanan-Balaraja, Kamal-Teluknaga-Rajeg, Yogyakarta-Bawen, Samarinda-Bontang, dan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

Dari data tersebut, sebagian ruas tol tersebut saat ini tengah dalam persiapan lelang. Di antaranya Tol Semarang-Demak yang akan diintegrasikan dengan pembangunan tanggul laut kota Semarang), lalu Jembatan Suramadu (lelang operator dan pemeliharaan), jalan Tol Lingkar Timur Surabaya, Yogyakarta-Bawen dan Samarinda-Bontang.

Sementara sisanya saat ini tengah dievaluasi. Tiga tol yang tengah dievaluasi tersebut merupakan tol prakarsa atau yang diinisiasi langsung oleh Badan Usaha Jalan Tol yang berminat membangun, yakni Tol Semanan-Balaraja yang diprakarsai oleh raksasa properti Grup Alam Sutera, Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang diinisiasi oleh Agung Sedayu Grup, dan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang diprakarsai PT Jasa Marga dan perusahaan swasta dari Malaysia, UEM.

Adapun panjang kedelapan jalan tol tersebut seluruhnya mencapai 473,48 km. Jalan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Bandung-Cilacap menjadi tol terpanjang mencapai 184 km dengan biaya investasi sebesar Rp 47,32 triliun. 

Sedangkan untuk skema investasinya, dua ruas di antaranya diperkirakan bakal dilelang lewat skema availability payment (AP) atau ketersediaan layanan pada tahun depan. Dengan skema AP, nantinya secara perlahan, investasi yang dikeluarkan oleh badan usaha akan dibayarkan pemerintah dalam kurun waktu tertentu berdasarkan pelayanan.

Sementara lima ruas tol lainnya menggunakan skema build-operate-transfer (BOT). Di antaranya Tol Semarang-Demak sepanjang 25,25 km dengan investasi Rp 7,71 triliun, Jalan Tol Lingkar Luar Timur Surabaya sepanjang 23 km dengan investasi Rp 5,03 triliun, Semanan - Balaraja sepanjang 31,67 km bernilai investasi Rp 10,30 triliun, Kamal-Teluk Naga- Rajeg sepanjang 38,6 km atau senilai Rp 17,47 triliun, serta Gedebage-Cilacap-Yogyakarta sepanjang 480 km yang nilai investasinya sebesar Rp 184 triliun.lx/dt