Ilustrasi.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Merespon ketidak tahuan para pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun guna menggunakan hak pilihnya, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jatim menggelar sosialisasi yang di SMK Santo Yoseph jalan Tidar Surabaya.

Sebanyak 100 siswa-siswi sekolah tersebut mengikuti sosialisasi yang diisi oleh tiga narasumber, Johanes Totok Sumarno dari Jurnalis,  Elis Yusniawati dari peneliti SSC, dan Gogot Cahyo Baskoro, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim.

Dalam sosialisasi itu, Gogot mengatakan betapa pentingnya peran pemilih pemula dalam partisipasinya menggunakan hak pilih di dalam Pemilu khususnya Pilkada Jatim kali ini.

"Kita paham betul bahwa pemilih oemuka ini memiliki peran signifikan dalam pemilu yang diselenggarakan oleh negara. Karenanya KPU menjadikan pemilih pemula sebagai segmen prioritas disamping kelompok pemilih yang lain," ucap Gogot, Senin(19/2) pagi.

Lebih lanjut, Gogot mengatakan jika, sekolah merupakan tempat yang paling tepat guna menyasar sosialisasi anti Golput dalam pemilu tahun ini, di Jawa Timur Khususnya. Selain itu, Gogot juga berharap dengan langkah awal ini, kedepan pemilih pemula dapat menyadari begitu pentingnya suara mereka guna memilih pemimpin yang akan memberikan kebijakan terhadap rakyatnya.

" Dengan pemilih pemula ini, ketika sejak awal menggarap mereka memiliki kesadaran utk partisipasi dalam pemilu, kedepan bisa lebih mudah tugas penyelenggara pemilu ketika pada awal pertama mereka mau menggunakan hak pilihnya kecenderungannya kedepan akan terus berlanjut seperti itu," imbuhnya.

Salah satu siswa, Kevin siswa kelas XII TKJ mengaku sangat antusias memgikuti kegiatan tersebut. Hal itu dikatakan sebagai penyadaran diri yang selama ini takut ketika mendengar kata politik.

"Saya jadi tahu apa tentang pemilu, tentang mekanismenya, terus gimana cara menanggulanginya agar terhindar dari informasi yang menyesatkan," kata Kevin.

Meski demikian, Kevin mengaku jika dirinya kesulitan menemukan calon pasangan yang menurutnya layak untuk dipilih.

"Harus gali informasi lagi sih, tadi juga dijelaskan kalau kita harus memperlajari pasangan calon yang hendak kita pilih," tandasnya.

Kedepan tantangan penyelenggara pemilu dengan anggaran 817 Milyar Rupiah tahun ini(di Jatim) harus lebih maksimal untuk merangkul semua golongan yang terindikasi minim pengetahuan soal pentingnya pemilu bagi masa deoan suatu bangsa.

"Ya ini tantangan kami sebagai penyelenggara pemilu, kedepan kami lakukan sosialisasi tak hanya kepada pemilih pemula, juga kepada kaum marjinal, disabilitas, dan yang menurut kami sangat butuh informasi terkait pentingnya pemilu ini," tanda Gogot.fir